Fajarasia.id — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan sekitar 6.000 hektare lahan tambak di pantai utara (Pantura) Jawa siap direvitalisasi. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan kembali tambak yang tidak produktif.
“Tambak-tambak yang sudah ada, tidak produktif lagi, terbengkalai, ini akan direvitalisasi,” ujar Zulhas seusai rapat koordinasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (15/9).
Awalnya, pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 20.000 hektare. Namun, lahan yang siap baru 6.000 hektare, sementara persoalan pertanahan di area lain masih dalam proses penyelesaian. Revitalisasi ini dirancang dengan sistem budi daya terintegrasi, meliputi pembangunan tandon dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), rekonstruksi kolam, penggunaan benih unggul, serta penerapan teknologi budi daya.
KKP sebelumnya mencatat sebagian tambak di kawasan Pantura telah lama tidak produktif dan masih dikelola secara tradisional dengan produktivitas rata-rata hanya 0,6 ton per hektare per tahun. Komoditas utama yang disiapkan dalam program ini adalah nila salin, dengan dukungan fasilitas hulu hingga hilir, termasuk rantai dingin dan pengolahan hasil.
Program revitalisasi tambak Pantura Jawa juga diproyeksikan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 100 ribu orang, sekaligus memperkuat penyediaan protein ikan dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.****





