Hadapi Perang Asimetris, DPR Usulkan Wajib Militer Terbatas bagi Generasi Muda

Hadapi Perang Asimetris, DPR Usulkan Wajib Militer Terbatas bagi Generasi Muda

Fajarasia.id  — Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum untuk merenungkan dan merefleksikan kembali implementasi doktrin Sistem Pertahanan Semesta. Anggota DPR RI Said Abdullah mendorong perlunya pemikiran ulang terkait penguatan Komponen Cadangan (Komcad) melalui wacana wajib militer terbatas yang menyasar generasi muda.

Said menilai bahwa doktrin pertahanan berbasis rakyat yang dirumuskan Jenderal AH Nasution masih sangat relevan hingga kini. Namun, bentuk dan kompleksitas ancaman telah bergeser secara signifikan menuju perang asimetris dan perang hibrida yang berlangsung dalam ruang lingkup tertib sipil.

Untuk merespons perkembangan tersebut, Politisi PDI Perjuangan ini mengusulkan skema pelatihan terpadu bagi anak usia 18 tahun. Konsep wajib militer terbatas ini diarahkan tidak semata-mata untuk pemenuhan kapasitas militer, melainkan sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, budi pekerti, dan rasa cinta tanah air secara terintegrasi antara lembaga pendidikan, TNI, Kepolisian, serta praktisi.

Selain menyasar pemuda, perluasan kapasitas rakyat terlatih juga dipandang perlu menyentuh kalangan profesional. Pelatihan dalam bentuk peer mentoring di bawah pembinaan TNI dinilai mampu mengintegrasikan keahlian sipil guna menghadapi ancaman non-konvensional secara lebih efektif.

Penyatuan kekuatan TNI yang profesional sebagai komponen utama dengan dukungan rakyat terlatih sebagai komponen pendukung merupakan nyawa utama pertahanan negara. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan daya gentar yang diperhitungkan di tingkat global, sekaligus memperkokoh Kemanunggalan TNI bersama rakyat.***

Pos terkait