Fajarasia.id – Dua warga di Cirebon dilaporkan meninggal dunia dampak banjir. Banjir tersebut juga mengakibatkan 20.000 rumah di 9 kecamatan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kebanjiran.
“Terdapat 83.000 jiwa yang terdampak banjir kiriman dan luapan sungai ini. Dua orang meningal dunia akibat terpeleset dan kesetrum,” kata Deni Nur Cahya, Kepala BPBD Kabupaten Cirebon.
Dari catatan BPBD Kabupaten Cirebon, terdapat 36 desa di 9 kecamatan yang terdampak banjir. Banjir terjadi akibat meluapnya air Sungai Cisanggarung, Ciberes, dan Beringin.
Sementara ribuan warga korban banjir terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Banjir di sejumlah titik mencapai ketinggian 2,5 meter sehingga petugas menggunakan perahu karet untuk menjangkau lokasi terparah di Desa Sidaresmi, Kecamatan Pabedilan.
Perahu karet digunakan untuk mengevuakasi anak-anak, wanita, dan lansia. Seorang warga Desa Sidaresmi, Sukaesih, mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Kiriman air dari hulu Kabupaten Kuningan yang deras membuat Sungai Cisanggarung meluap dan merendam rumah warga. “Warga pun mengungsi dan tak bisa menyelamatkan barang-barang yang terendam banjir di dalam rumah,” katanya.***





