Fajarasia.id – Presiden RI Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan BGN, yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan lembaga dalam memperkuat tata kelola gizi nasional.
Dadan, seorang pakar Entomologi alias pakar khusus serangga dan interaksinya dengan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan sudah tidak layak menjadi kepala BGN.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang, yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari tim sukses pemenangan Prabowo dan wartawan yang sering meliput Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.
Penunjukan ini diharapkan membawa arah baru bagi BGN dengan kepemimpinan yang lebih selaras dengan visi Presiden.
Evaluasi Kepemimpinan Menurut penjelasan Menteri Sekretaris Negara, keputusan pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah pemerintah menilai perlunya pembenahan tata kelola dan penguatan koordinasi lintas kementerian.
“Pergantian ini merupakan langkah strategis untuk memastikan BGN lebih fokus pada pelayanan gizi nasional dan tidak terjebak pada kepentingan di luar mandat lembaga,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan.
Harapan Perbaikan Pimpinan DPR RI menyambut baik langkah Presiden.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa pergantian pimpinan BGN harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar pelayanan gizi, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dapat berjalan optimal.
“Kami berharap BGN berbenah diri dan memastikan pelayanan gizi tetap berjalan maksimal. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama,” kata Dasco.
Langkah ke Depan Dengan kepemimpinan baru, pemerintah berharap BGN mampu memperkuat program gizi nasional, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.***





