Fajarasia.id – Pemerintah memperkuat langkah stabilisasi harga telur ayam ras di Jawa Timur dengan menggandeng Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai offtaker untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kesepakatan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang melibatkan BGN, koperasi peternak, Pemprov Jatim, Bapanas, Kementan, serta Satgas Pangan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menyebut menu telur akan masuk minimal tiga kali seminggu dalam program MBG. Transaksi dilakukan langsung dengan koperasi peternak rakyat di Jawa Timur dengan harga minimal Rp24.000 per kilogram, naik bertahap sesuai harga acuan pembelian. “Peternak punya offtaker yang pasti yaitu SPPG,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Selain menjaga harga telur, pemerintah juga menyiapkan dukungan dari sisi hulu melalui program SPHP jagung pakan. Tahun ini, alokasi nasional mencapai 223 ribu ton, dengan 122 ribu ton dialokasikan untuk Jawa Timur.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana menambahkan, penggunaan menu telur tiga kali seminggu di SPPG Jatim diperkirakan memberi stimulus stabilisasi harga sekitar 8–10 persen. “BGN tidak hanya regulator, tapi juga operator langsung di lapangan. Ketika harga anjlok atau naik, kita bisa lakukan intervensi,” katanya.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Jatim, koperasi peternak, dan SPPG, kebijakan ini diharapkan mampu menekan gejolak harga sekaligus memberi nilai ekonomi yang wajar bagi peternak rakyat, serta memastikan masyarakat memperoleh gizi yang lebih baik.****





