Fajarasia.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo akan melakukan safari politik ke 38 provinsi mulai akhir Juni, dimulai dari Lampung dan NTT. Langkah ini bukan hanya untuk memperkenalkan PSI, tetapi juga menjadi ujian penting sejauh mana pengaruh politik Jokowi bertahan setelah tidak lagi berada di bawah naungan PDI-P.
Sejumlah elite PSI berharap Jokowi secara terbuka menyatakan dukungan kepada partai berlambang gajah tersebut. Harapan itu muncul karena Jokowi dinilai memiliki basis pendukung yang melampaui loyalitas partai.
Pengamat politik Adi Prayitno menilai peluang PSI menggerus suara PDI-P bukan hal mustahil, tetapi tidak otomatis terjadi. “Anatomi kekuatan politik di pileg ada pada caleg dan mesin partai. Figur nasional saja tidak cukup,” ujarnya, Senin (22/6).
Adi menambahkan, potensi pergeseran suara akan sangat bergantung pada perpindahan elite atau kader kunci dari PDI-P ke PSI. Jika ada tokoh berpengaruh yang bergabung, peluang penggerusan suara lebih terbuka, setidaknya di daerah pemilihan yang menjadi basis tokoh tersebut.
Dengan safari politik ini, publik menunggu apakah Jokowi Effect mampu mengalihkan sebagian suara banteng ke gajah, atau justru tetap terikat pada loyalitas lama.****





