Fajarasia.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hal itu ia sampaikan saat meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman bagi anak di pesantren dan madrasah, Minggu (12/7), di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok.
“Setiap anak Indonesia yang menuntut ilmu harus berada di ruang yang aman, nyaman, dan memuliakan,” ujar Nasaruddin. Ia menekankan perlindungan anak merupakan bagian dari nilai ajaran agama sekaligus tradisi pendidikan Islam yang telah melahirkan banyak ulama, pejuang, dan pemimpin bangsa.
Gerakan ini dibangun di atas sejumlah pilar, mulai dari penguatan regulasi, budaya anti-kekerasan, penyediaan sarana aman, layanan pengaduan, hingga kolaborasi lintas kementerian, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, media, dan keluarga.
Pada aspek pencegahan, Kemenag mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta yang diterapkan di madrasah dan pesantren. Kurikulum ini diyakini mampu memperbaiki hubungan guru dan murid, memperkuat kepedulian lingkungan, serta menumbuhkan ikatan sosial yang lebih baik.
Nasaruddin juga menegaskan tata kelola pesantren akan diperketat agar tidak disalahgunakan pihak yang mengatasnamakan pendidikan keagamaan. Ia mengajak pengasuh pesantren, guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang belajar yang penuh kasih sayang.
“Kewibawaan guru tidak pernah dibangun di atas rasa takut anak, melainkan di atas ilmu, keteladanan, dan kasih sayang,” tegasnya.****





