Bahlil: PLTS 100 GWp Bisa Hemat Rp73 T per Tahun

Bahlil: PLTS 100 GWp Bisa Hemat Rp73 T per Tahun

Fajarasia.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp) berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp73 triliun per tahun.

Menurut Bahlil, biaya listrik PLTS lebih rendah dibanding pembangkit diesel atau gas. Program ini juga diproyeksikan mengurangi penggunaan diesel hingga 6 juta kiloliter per tahun secara nasional, termasuk 500 ribu kiloliter di Bali.

Selain efisiensi anggaran, proyek PLTS 100 GWp diperkirakan menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif, terdiri dari 3,5 juta di industri panel surya dan BESS, serta 2 juta di sektor konstruksi. Program ini juga mampu menekan emisi karbon sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon Rp6,31 triliun.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan energi surya 100 GWp menjadi target besar yang harus dicapai dalam tiga tahun. Ia meminta kementerian, BUMN, dan pihak terkait memperkuat kolaborasi demi mendukung pencapaian target tersebut.

Program PLTS 100 GWp resmi diluncurkan dan groundbreaking di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Tahap awal mencakup 14 proyek di enam provinsi dengan kapasitas total 5,3 GWp, termasuk PLTS Gilimanuk 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.***

Pos terkait