Fajarasia.id — Laporan terbaru Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) melalui Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) 2025 mengungkap fakta mengejutkan: sebanyak 59% siswa Vietnam berusia 15 tahun tidak mampu menggunakan pemahaman bacaan untuk menghadapi situasi nyata.
Penilaian yang melibatkan lebih dari 7.350 siswa dari 194 sekolah menengah menunjukkan skor rata-rata Vietnam anjlok 15–70 poin dibandingkan 2022. Rinciannya, 457 poin dalam sains, 443 di matematika, 392 di membaca, dan 461 dalam pemecahan masalah komputasi. Hanya 41% siswa mencapai Level 2 atau lebih dalam kemampuan membaca, jauh di bawah rata-rata OECD.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam menilai penurunan skor dipengaruhi transisi dari ujian berbasis kertas ke komputer. Meski demikian, kementerian mengakui perlunya peningkatan keterampilan membaca lintas mata pelajaran, mulai dari memahami teks, grafik, hingga instruksi digital.
Sebagai langkah perbaikan, guru didorong membiasakan siswa dengan beragam jenis informasi serta menerapkan pendekatan PISA yang menekankan nalar kritis dan pemecahan masalah. Pemerintah juga menyoroti sisi positif berupa etos kerja pelajar Vietnam yang gigih, rajin, dan cepat beradaptasi dengan teknologi baru.
Secara global, tes PISA 2025 melibatkan 765.000 siswa dari 91 negara. China menempati peringkat teratas dunia dalam matematika dan sains, sementara Singapura memimpin di bidang membaca.****





