Fajarasia.id — PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan aktivitas penambangan tembaga dan emas akan meningkat signifikan pada 2026 seiring pemulihan operasi Grasberg Block Cave (GBC) pasca longsor tahun lalu.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyebut volume penambangan diperkirakan mencapai 124.000 ton bijih per hari pada akhir 2026, atau sekitar 65 persen dari kapasitas normal 200.000 ton. “Proyeksi penambangan kita di tahun 2026 ini adalah 124.000 ton bijih per hari,” ujarnya dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9).
Produksi yang belum kembali penuh disebabkan oleh longsoran material basah pada September 2025, yang memaksa perusahaan melakukan modifikasi sejumlah peralatan. Meski demikian, Tony optimistis pemulihan akan berlanjut. Pada 2027, produksi diproyeksikan naik menjadi 170.000 ton per hari, lalu mendekati kapasitas penuh 208.000 ton pada 2028. Bahkan, pada 2029–2030, volume penambangan diperkirakan menembus 220.000 ton per hari.
Dengan proyeksi tersebut, Freeport memperkirakan mampu menghasilkan 800 juta pound tembaga dan 21 ton emas pada 2026. Angka ini menegaskan peran Indonesia sebagai salah satu pusat produksi tembaga dan emas dunia sekaligus memperkuat hilirisasi pertambangan nasional.****





