Fajarasia.id — PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan smelter tembaga kedua di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur kembali beroperasi setelah sempat berhenti akibat longsor di tambang bawah tanah pada September 2025.
Direktur Utama PTFI, Tony Wenas, menyebut pengiriman konsentrat ke smelter baru dimulai kembali sejak Agustus 2026. “Feeding ke smelter baru sudah berjalan, dan pada September ini mulai menghasilkan sekitar 5.000 ton katoda tembaga,” ujarnya, Rabu (16/9).
Smelter senilai US$ 4,2 miliar ini mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Fasilitas tersebut menghasilkan 600.000 ton katoda tembaga serta logam berharga melalui Precious Metal Refinery (PMR) sekitar 6.000 ton per tahun, termasuk 50 ton emas. Dengan kapasitas ini, smelter Freeport di JIIPE menjadi single line terbesar di dunia.
Sebelumnya, smelter sempat beroperasi pada 2024 namun terhenti beberapa kali akibat kebakaran dan keterbatasan pasokan konsentrat. Kini, dengan beroperasinya kembali fasilitas tersebut, Freeport bersama smelter pertamanya (PT Smelting) diproyeksikan mampu menghasilkan total 1 juta ton katoda tembaga per tahun.
Pengoperasian kembali smelter ini menegaskan peran Indonesia sebagai salah satu pusat hilirisasi tembaga terbesar dunia sekaligus memperkuat ekosistem industri pertambangan nasional.****





