APBN Jabar Surplus Rp22 T, Purbaya Sidak Pastikan Manfaat

APBN Jabar Surplus Rp22 T, Purbaya Sidak Pastikan Manfaat

Fajarasia.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Barat, Bandung, Senin (24/8). Sidak dilakukan untuk memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) benar-benar menjadi penggerak ekonomi, bukan sekadar angka di atas kertas.

Data Kanwil DJPb Jawa Barat menunjukkan APBN regional mencatat surplus Rp22,02 triliun hingga akhir Juli 2026. Surplus ditopang pendapatan negara Rp85,61 triliun (45,41% dari target), sementara belanja negara terealisasi Rp63,59 triliun (57,02% dari pagu).

“Setiap rupiah APBN harus bekerja nyata bagi masyarakat,” tegas Purbaya. Ia menekankan keberhasilan anggaran diukur dari dampak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan.

Pendapatan negara tumbuh 6,81% dibanding tahun lalu, dengan penerimaan pajak Rp63,84 triliun dan kepabeanan-cukai Rp17,46 triliun. Industri pengolahan menjadi tulang punggung penerimaan pajak, menyumbang hampir separuh total.

Di sisi belanja, realisasi Kementerian/Lembaga melonjak 28,86% menjadi Rp26,61 triliun, dengan belanja modal naik signifikan 115,37% menjadi Rp3,11 triliun. Penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa mencapai Rp36,98 triliun.

APBN juga menopang program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis yang menjangkau 14,68 juta penerima manfaat, pembiayaan perumahan FLPP, ketahanan pangan, energi, hingga dukungan UMKM melalui KUR Rp23,24 triliun dan UMi Rp1,31 triliun.

Ekonomi Jawa Barat tetap ekspansif dengan pertumbuhan 5,73% pada triwulan II-2026, inflasi terkendali 2,72%, serta surplus neraca perdagangan US$13,79 miliar. Purbaya menegaskan APBN harus menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.****

Pos terkait