Serangan Ganggu Pasokan, Harga Minyak Dunia Melejit

Serangan Ganggu Pasokan, Harga Minyak Dunia Melejit

Fajarasia.id  — Pasokan minyak Arab Saudi ke Eropa terguncang setelah serangan pesawat tak berawak merusak pipa ekspor utama ke Laut Merah. Kerajaan terpaksa memangkas pengiriman, memicu kepanikan di pasar global dengan harga kargo melonjak hingga US$120 per barel.

Mengutip Reuters, Rabu (16/9), serangan yang dituding dilakukan milisi Irak memaksa Saudi menutup jalur pipa Timur-Barat pada Jumat lalu. Fasilitas vital ini sebelumnya menjadi penopang utama ekspor Saudi di tengah konflik yang menutup Selat Hormuz. Aktivitas pemuatan di pelabuhan Yanbu pun ditangguhkan total, sementara Saudi Aramco enggan berkomentar.

Gangguan pasokan berskala besar ini langsung mendongkrak harga minyak dunia. Minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan mendekati US$108 per barel, sedangkan acuan fisik Dated Brent di Eropa melonjak ke kisaran US$122 per barel.

Kepanikan melanda perusahaan energi Polandia, Orlen, yang selama ini bergantung pada Saudi untuk 40% kebutuhan minyaknya. Orlen buru-buru mencari pasokan alternatif lewat tender spot, memborong minyak dari Laut Utara, WTI Midland AS, CPC Blend Kazakh, hingga merilis tender baru untuk minyak Aljazair dan Guyana.

Data Kpler mencatat pelabuhan Baltik di Gdansk menerima 160.000 bpd minyak Saudi sepanjang tahun ini, sementara Butinge di Lithuania 63.000 bpd. Orlen memastikan pasokan ke kilangnya tetap berjalan, meski harus mengoptimalkan pembelian di tengah kondisi pasar yang berubah cepat.****

Pos terkait