Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, pekan depan. Pemerintah menunjuk Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai kepala delegasi Indonesia dalam rangkaian High-Level Week (HLW) UNGA ke-81.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyebut keputusan ini sesuai arahan Presiden yang memilih fokus pada urusan domestik. “Arahan Presiden untuk Menlu RI yang hadir di UNGA minggu depan, dan karena Presiden fokus terhadap urusan domestik,” ujarnya, Jumat (18/9).
Sugiono dijadwalkan mengikuti sekitar 22 agenda, termasuk General Debate serta sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang diamanatkan PBB. Indonesia akan membawa pesan mengenai penguatan ketahanan nasional dan regional sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan global. Selain itu, Indonesia akan menekankan komitmen terhadap multilateralisme, inklusivitas, perdamaian dunia termasuk isu Palestina, serta peran sebagai bridge builder.
Agenda Indonesia juga mencakup reformasi PBB, penguatan peran Global South, hingga penyampaian capaian pembangunan nasional. Sugiono dijadwalkan menghadiri forum konsultasi MIKTA, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan berbagai negara.
Sebagai bagian dari kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030, pemerintah juga akan menggelar resepsi diplomatik di New York. HLW UNGA ke-81 tahun ini mengusung tema “Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations That Delivers for All.”
Yvonne menegaskan kehadiran Menlu tetap memiliki bobot politik dalam forum internasional. “Kehadiran Menlu sebagai wakil Indonesia dalam High-Level Week UNGA sesi ke-81 tetap akan memberikan political weight,” katanya.***





