Fajarasia.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang kembali terdampak banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras selama enam hari berturut-turut sejak 9 September 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan akses jalan dan jembatan memiliki peran vital dalam mendukung logistik, pelayanan darurat, serta pemulihan ekonomi masyarakat. “Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa segera diatasi. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas,” ujarnya, Kamis (17/9).
Luapan sungai menyebabkan akses jalan penghubung sementara di Jembatan Aih Bobo terputus. Ini menjadi kejadian ketiga setelah bencana hidrometeorologi pada November 2025 dan Juni 2026 yang juga merusak jembatan sementara.
Sebagai langkah darurat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menangani sisa puing jembatan, termasuk gorong-gorong pipa baja (Armco), serta memasang pembatas dengan safety line. Untuk sementara, masyarakat menggunakan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan.
Selain itu, Kementerian PU memulihkan ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang tertutup longsoran di tujuh titik. Tim BPJN bersama penyedia jasa Hutama Karya dan warga setempat menggunakan ekskavator, wheel loader, dan backhoe loader untuk membersihkan material.
Upaya pengendalian banjir juga diperkuat dengan pembangunan sabo dam di DAS Tamiang, Kecamatan Pining. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam 3–4 minggu, meski masih terkendala ketersediaan material semen.****





