Fajarasia.id — Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB), dinamika internal partai mulai menghangat.
Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) NTB menyatakan akan melayangkan surat resmi kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terkait dugaan praktik jual beli dukungan dalam proses menuju pemilihan Ketua DPD Demokrat NTB.
Ketua IMDI NTB, M. Fihirudin, mengatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti yang disebut berkaitan dengan dugaan transaksi dukungan, termasuk bukti transfer dan dokumen rekomendasi dari beberapa DPC Demokrat di NTB.
“Kami akan bersurat ke Ketua Umum DPP Demokrat, AHY, terkait dugaan permainan uang menjelang Musda DPD Demokrat NTB,” ujar Fihirudin.
Dalam surat yang tengah disiapkan, IMDI NTB akan meminta DPP Demokrat mengevaluasi hingga mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Demokrat NTB.
Fihirudin menilai Plt Ketua DPD diduga melakukan manuver politik yang ia sebut sebagai ‘tawaf dukungan’, yakni memberikan atau menggalang dukungan kepada lebih dari satu bakal calon Ketua DPD Demokrat NTB.
Menurut Fihirudin, posisi Plt seharusnya menjaga objektivitas organisasi dan tidak terlibat dalam manuver yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Dugaan Jual Beli Dukungan di Tingkat DPCIMDI NTB juga menyoroti dugaan praktik jual beli surat dukungan di tingkat DPC Demokrat NTB.
Fihirudin menyebut ada ketua-ketua DPC yang diduga memperjualbelikan dukungan kepada bakal calon Ketua DPD.
“Kami meminta Ketua Umum AHY untuk mencopot ketua-ketua DPC yang melakukan praktik jual beli surat dukungan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa bukti-bukti yang diklaim telah dikumpulkan akan diserahkan kepada DPP Demokrat untuk diverifikasi lebih lanjut.
Menjaga Integritas MusdaFihirudin menilai Musda seharusnya menjadi ruang demokratis bagi kader untuk menentukan kepemimpinan organisasi, bukan arena transaksi dukungan.
Ia meminta DPP Demokrat menindaklanjuti laporan tersebut agar proses Musda berjalan transparan dan sesuai mekanisme partai.
“Kami ingin Musda Demokrat NTB berjalan bersih dan tidak dicederai oleh praktik transaksional,” ujarnya.
IMDI NTB berharap DPP Demokrat merespons laporan tersebut secara serius dan menelusuri setiap dugaan pelanggaran dalam tahapan menuju Musda.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari Plt Ketua DPD Demokrat NTB maupun para Ketua DPC Demokrat di NTB yang disebut dalam tudingan tersebut.***
.





