Fajarasia.id — Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menyiapkan 1.147 personel beserta sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kendaraan taktis untuk mengamankan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Kesiapan personel dan peralatan tersebut diperiksa dalam Apel Gelar Kesiapan Pasukan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP yang dipimpin Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Selasa (11/8/2026).
Ribuan personel tersebut dibagi ke sejumlah satuan tugas untuk mengamankan berbagai agenda kenegaraan sepanjang rangkaian peringatan HUT RI.
Sebanyak 151 personel ditugaskan dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) pada 14 Agustus. Kemudian, 277 personel disiapkan untuk pengamanan Sidang DPR/MPR pada 15 Agustus.
Sementara untuk rangkaian kegiatan pada 17 Agustus, sebanyak 294 personel akan mengamankan upacara penaikan dan penurunan Sang Merah Putih. Selain itu, terdapat 205 personel untuk Pesta Rakyat, 70 personel untuk Tim Paskibraka, dan 150 personel sebagai Tim Pasukan Upacara.
Peralatan Antisipasi Ancaman
Pengamanan VVIP tersebut juga didukung sejumlah persenjataan dan kendaraan operasional yang dimiliki Paspampres.
Peralatan yang disiapkan antara lain senapan Caracal, Dasan, SS1 V3 Croom, serta MP7. Paspampres juga menyiagakan sejumlah jenis pistol, seperti G2 Combat, HK, Glock 17, Glock 19, Glock 43X, dan Sig Sauer.
Selain itu, turut disiapkan senjata penembak runduk SPR 3 Pindad dan AW.
Untuk menghadapi potensi ancaman berbasis teknologi, Paspampres juga menyiapkan satu kendaraan anti-drone milik Koopsudnas dan satu kendaraan Maung Artileri Pertahanan Udara.
Sejumlah kendaraan taktis lainnya turut disiagakan, termasuk kendaraan CBRNE untuk menghadapi ancaman kimia, biologi, radiologi, nuklir, dan bahan peledak, kendaraan jammer, kendaraan kawal dan security G500, kendaraan P2 Komando, kendaraan Maung, serta motor kawal Goldwing.
Pengamanan Dilakukan Secara Preventif
Edwin mengatakan penggunaan berbagai peralatan tersebut disesuaikan dengan perkembangan ancaman keamanan yang semakin kompleks.
Menurut dia, ancaman terhadap kegiatan VVIP tidak lagi terbatas pada serangan fisik. Teknologi drone, serangan siber, penyebaran informasi yang berpotensi mengganggu keamanan, hingga aksi individu atau kelompok yang bergerak cepat juga perlu diantisipasi.
Karena itu, pengamanan harus dilakukan secara preventif dan proaktif dengan mendeteksi potensi ancaman sedini mungkin.
“Bagi Paspampres, keberhasilan bukan hanya ketika kita berhasil melumpuhkan ancaman, tetapi ketika ancaman itu sama sekali tidak pernah memiliki kesempatan untuk muncul. Itulah hakikat tugas pengamanan VVIP yang sesungguhnya,” ujar Edwin, Selasa (11/8/2026).
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengamanan sering kali tidak terlihat oleh masyarakat. Namun, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari profesionalisme personel Paspampres.
“Kita bekerja dalam senyap, penuh kewaspadaan, dengan ketelitian, kecepatan, disiplin, dan koordinasi yang solid,” katanya.
Edwin meminta seluruh personel menjalankan tugas pengamanan rangkaian HUT ke-81 RI dengan penuh tanggung jawab. Menurut dia, tugas tersebut bukan hanya berkaitan dengan keselamatan VVIP, tetapi juga menyangkut kehormatan institusi dan negara.
“Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai kehormatan kita untuk menjaga keselamatan VVIP, menjaga, dan mengawal kehormatan dan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.****





