Bantuan Rp 435 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra Mulai Cair

Bantuan Rp 435 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra Mulai Cair

Fajarasia.id  – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bantuan pascabencana untuk masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Sumatra senilai Rp 435,3 miliar telah cair dan siap disalurkan kepada penerima manfaat melalui PT Pos Indonesia.

Bantuan tersebut mencakup jaminan hidup (jadup) dan bantuan isi hunian bagi warga terdampak bencana di enam kabupaten dan kota, yakni Kota Langsa, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Hari ini bantuan jaminan hidup dan isi hunian untuk enam kabupaten/kota di Sumatera sudah cair. Totalnya Rp 435,3 miliar dan siap disalurkan melalui PT Pos kepada masyarakat yang berhak menerima,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di sela kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Ngawi, Jawa Timur.

Dari total anggaran yang dikucurkan, sebesar Rp 322,827 miliar dialokasikan untuk bantuan isi hunian bagi 107.609 kepala keluarga. Sementara Rp 112,5 miliar lainnya disiapkan untuk bantuan jaminan hidup yang akan diterima 83.333 jiwa.

Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan alokasi bantuan terbesar. Wilayah tersebut menerima total bantuan Rp 328,456 miliar, yang terdiri atas bantuan isi hunian senilai Rp 305,7 miliar bagi 101.900 kepala keluarga serta bantuan jaminan hidup sebesar Rp 22,756 miliar untuk 16.857 jiwa.

Selain Aceh Utara, bantuan juga dialokasikan ke Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar Rp 72,977 miliar, Kota Langsa Rp 32,674 miliar, Kabupaten Nagan Raya Rp 398,7 juta, Kabupaten Tapanuli Utara Rp 267,45 juta, dan Kabupaten Lima Puluh Kota Rp 553,15 juta.

Gus Ipul menjelaskan, bantuan jaminan hidup diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan. Adapun bantuan isi hunian ditujukan agar keluarga terdampak dapat kembali melengkapi kebutuhan rumah tangga mereka setelah bencana.

“Setelah dananya cair, yang paling penting adalah memastikan bantuan segera sampai kepada penerima dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait guna memastikan penyaluran bantuan berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran.

Ia menegaskan pemerintah tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga mampu bangkit dan menata kembali kehidupannya.

“Pemerintah membantu bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga mendampingi masyarakat sampai mereka bisa menata kembali kehidupannya. Bantuan ini kita harapkan menjadi penguat bagi keluarga terdampak untuk bangkit dan memulai kembali,” kata Gus Ipul.****

Pos terkait