Nusron Akui Sudah Lama Bahas Posisinya dengan Bahlil

Nusron Akui Sudah Lama Bahas Posisinya dengan Bahlil

Fajarasia.id  – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akhirnya angkat bicara terkait pengunduran dirinya dari jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal yang mendadak karena telah dibicarakan bersama Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, sejak tahun lalu.

Pernyataan itu disampaikan Nusron setelah kabar pengunduran dirinya dari kepengurusan Partai Golkar menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Nusron, pembahasan mengenai posisinya di partai telah berlangsung cukup lama. Namun, ia memilih tidak membeberkan lebih jauh alasan di balik keputusannya untuk meninggalkan struktur kepengurusan partai.

“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil, dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum, kami sudah pernah diskusi masalah itu, lama,” kata Nusron usai rapat kerja di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Meski mengakui adanya komunikasi intensif dengan Bahlil, Nusron enggan menjelaskan motif atau pertimbangan yang melatarbelakangi langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa sebagian dari keputusannya merupakan ranah pribadi yang tidak ingin dibahas di ruang publik.

Saat kembali ditanya soal alasan pengunduran diri, Nusron hanya memberikan jawaban singkat.

“Mohon maaf ya, saya punya privasi untuk jalan, boleh nggak saya jalan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia membenarkan bahwa Nusron telah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Golkar sejak beberapa bulan lalu.

“Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu,” kata Doli.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji. Menurut dia, Nusron bahkan telah menyampaikan pengunduran dirinya lebih dari enam bulan lalu.

Sarmuji menduga mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut ingin lebih fokus pada kegiatan atau tanggung jawab lain di luar organisasi partai.

“Pak Nusron mundur dari pengurus lebih dari enam bulan lalu. Mungkin mau fokus untuk hal lain,” ujar Sarmuji.

Dalam susunan kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai sosok yang akan menggantikannya maupun alasan spesifik di balik keputusan tersebut.

Namun, pernyataan Nusron yang mengaku telah mendiskusikan langkah itu dengan Bahlil sejak tahun lalu mengindikasikan bahwa perubahan posisi tersebut telah melalui proses komunikasi internal yang cukup panjang sebelum akhirnya diketahui publik.****

Pos terkait