Fajarasia.id – Pemerintah Venezuela mulai bergerak mempercepat pemulihan ekonomi dengan membuka pembicaraan strategis bersama Amerika Serikat (AS). Dalam agenda tingkat tinggi di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), delegasi Venezuela mengutamakan pembahasan terkait restrukturisasi utang negara yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 3.560 triliun.
Delegasi Venezuela dipimpin Presiden Sementara Delcy Rodriguez yang tiba di New York pada Senin (21/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertamanya ke Amerika Serikat sejak menjabat pada Januari 2026.
Selain isu utang, pembicaraan juga mencakup sektor energi, pertambangan, serta langkah-langkah pemulihan ekonomi yang tengah disiapkan pemerintahan Caracas.
Sumber yang mengetahui jalannya perundingan menyebut agenda Rodriguez akan banyak berfokus pada restrukturisasi utang, pencarian pendanaan, dan mekanisme pembayaran kepada para kreditur internasional.
Sebelumnya, Venezuela telah mengumumkan rencana untuk merestrukturisasi utang negara dan perusahaan minyak nasional PDVSA. Nilai kewajiban tersebut diperkirakan berkisar antara 150 miliar dollar AS hingga 200 miliar dollar AS, atau setara Rp 2.670 triliun hingga Rp 3.560 triliun.
Upaya tersebut dilakukan di tengah dorongan pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor-sektor strategis yang selama bertahun-tahun mengalami tekanan akibat krisis ekonomi dan sanksi internasional.
Dalam rangkaian agenda di New York, Rodriguez juga bertemu Presiden Inter-American Development Bank (IDB) Ilan Goldfajn, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, serta Presiden Bank Dunia Ajay Banga.
IDB mengungkapkan tengah menyiapkan rencana keterlibatan selama dua tahun di Venezuela yang akan berfokus pada pembangunan sektor kelistrikan dan perlindungan sosial.
Selain mengevaluasi kondisi makroekonomi, lembaga tersebut juga mulai memetakan kebutuhan investasi di berbagai sektor guna mendukung proses pemulihan ekonomi Venezuela secara menyeluruh.
Di sektor energi, pemerintah Venezuela sebelumnya telah menjalin sejumlah kerja sama dengan perusahaan asal AS. Beberapa kesepakatan mencakup pengembangan kawasan minyak di Sabuk Orinoco hingga pengelolaan tambang emas.
Pemerintah Venezuela juga dikabarkan tengah menjajaki perjanjian awal dengan raksasa energi ExxonMobil yang berpotensi membuka jalan bagi kembalinya investasi perusahaan tersebut di sektor migas negara Amerika Latin itu.
Sementara itu, pertemuan yang paling dinanti adalah agenda antara Presiden AS Donald Trump dan Delcy Rodriguez. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di sela kegiatan resmi yang digelar pemerintah AS selama Sidang Umum PBB.
Jika menghasilkan kesepakatan konkret, pertemuan tersebut berpotensi menjadi langkah penting bagi Venezuela dalam mendapatkan dukungan internasional untuk restrukturisasi utang sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan fiskal dan penurunan investasi.****




