Fajarasia.id – Ketegangan konflik di Yaman kembali meningkat setelah tentara pemerintah melancarkan serangan terhadap posisi kelompok Houthi di Provinsi Marib dan merebut kembali sejumlah titik strategis di Provinsi Taiz, wilayah barat daya negara tersebut.
Dalam laporan yang dikutip dari saluran televisi Saba yang dikelola pemerintah Yaman, Senin (12/10/2026), serangan terhadap Houthi dilakukan pada Minggu (11/10) dengan menyasar posisi dan kendaraan militer di sejumlah garis depan di bagian selatan dan barat daya Marib.
Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan dan melumpuhkan sejumlah kendaraan tempur milik Houthi. Operasi itu juga disebut menimbulkan kerugian personel dan peralatan, meskipun tidak ada angka terperinci mengenai jumlah korban maupun kerusakan yang ditimbulkan.
Selain melancarkan serangan di Marib, pasukan pemerintah Yaman dilaporkan memperoleh kemajuan di Provinsi Taiz.
Pusat pemberitaan militer di garis depan Al-Aqroud menyatakan bahwa pasukan pemerintah berhasil mengambil alih kembali Bukit Mahyoub Thabet dan Bukit Watheeb di Desa Al-Dhunayb, wilayah Al-Aqroud, bagian selatan Taiz.
Kedua lokasi tersebut sebelumnya berada dalam penguasaan kelompok Houthi. Pihak militer pemerintah menyebut perebutan wilayah itu menyebabkan kerugian besar bagi pasukan lawan, tetapi tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.
Dalam pernyataan terpisah, pusat pemberitaan militer tersebut juga mengabarkan bahwa tentara pemerintah bersama kelompok Perlawanan Rakyat yang bersekutu dengan pemerintah berhasil merebut kembali Sekolah Al-Furqan di Desa Al-Dhunayb.
Keberhasilan merebut bangunan tersebut menambah kemajuan pasukan pemerintah di garis depan Al-Aqroud.
Serangkaian operasi militer tersebut menunjukkan bahwa pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi masih berlangsung di sejumlah wilayah strategis.
Marib merupakan salah satu kawasan penting dalam konflik Yaman, sementara Taiz juga menjadi wilayah yang kerap mengalami pertempuran antara pihak-pihak yang bertikai.
Meski pemerintah Yaman melaporkan keberhasilan serangan dan perebutan sejumlah posisi, informasi mengenai dampak keseluruhan operasi tersebut masih terbatas.
Hingga pukul 21.00 WIB, Senin (12/10/2026), kelompok Houthi belum memberikan komentar mengenai serangan di Marib maupun kehilangan posisi di Taiz, sebagaimana dilaporkan sumber pemberitaan tersebut.
Belum adanya tanggapan dari Houthi membuat klaim mengenai kerugian personel dan peralatan di pihak kelompok itu belum dapat dikonfirmasi secara independen.***





