Jerat Skandal eFishery: Anwar Ibrahim Ungkap Penipuan Laporan Keuangan

Jerat Skandal eFishery: Anwar Ibrahim Ungkap Penipuan Laporan Keuangan
Fajarasia.id – Skandal manipulasi laporan keuangan perusahaan rintisan akuakultur eFishery menjadi perhatian lintas negara. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan di parlemen bahwa dana pensiun negaranya turut menjadi korban penipuan sistematis bernilai ratusan miliar rupiah yang dilakukan oleh manajemen mantan perusahaan unicorn asal Indonesia tersebut.
Lembaga dana pensiun pegawai negeri Malaysia, Retirement Fund Inc (KWAP), tercatat menyuntikkan modal sebesar 47,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 881 miliar pada putaran pendanaan Seri D tahun 2023. Anwar menegaskan bahwa keputusan investasi diambil setelah melalui prosedur uji tuntas independen yang merujuk pada laporan keuangan hasil audit firma internasional, yang belakangan terbukti dipalsukan sejak awal.
Selain KWAP, konsorsium pendanaan Seri D yang berhasil menghimpun total dana 200 juta dollar AS tersebut juga menjebak jajaran investor raksasa dunia, antara lain Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.
Pengungkapan kasus yang diawali oleh laporan penyingkap fakta ini kemudian diperkuat oleh investigasi independen FTI Consulting serta Bareskrim Polri. Penyelidikan mengonfirmasi adanya rekayasa pendapatan tak nyata hingga mendekati 600 juta dollar AS yang dilakukan secara terstruktur sejak awal 2024.
Atas perbuatan tersebut, Pengadilan Negeri Bandung pada April 2026 telah menjatuhkan vonis 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan kepada pendiri sekaligus mantan Direktur Utama eFishery, Gibran Huzaifah. Dua petinggi lainnya, Angga Hadrian Raditya dan Andri Yadi, juga terseret dalam proses hukum serupa.
Saat ini, upaya pemulihan kerugian terus berjalan dengan dimulainya pembagian aset sebesar 21,6 juta dollar AS oleh kurator kepailitan di Singapura kepada para investor tahap awal. Skandal ini menjadi pemicu pengetatan pengawasan serta peninjauan ulang terhadap transparansi tata kelola keuangan perusahaan rintisan di Indonesia.***

Pos terkait