Fajarasia.id – Sejumlah partai politik nonparlemen mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi dilakukan dari pusat hingga daerah, setelah gagal menempatkan wakil di DPR RI pada Pemilu 2024.
Partai Hanura mengingatkan kader agar tidak terjebak pada kegagalan masa lalu. Ketua Task Force DPP Hanura, Rio Capella, menegaskan kemenangan hanya bisa diraih lewat kerja nyata, kader yang sungguh-sungguh, dan kepercayaan masyarakat. Hanura juga menyatakan siap menghadapi perubahan ambang batas parlemen.
Partai PSI memperluas konsolidasi melalui safari politik bersama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam Rakorda PSI di Kupang, Jokowi menegaskan target partai bukan sekadar masuk Senayan, melainkan kemenangan penuh di 2029. Ia mendorong struktur partai diperkuat hingga tingkat desa dan TPS.
Partai Perindo memilih memperkuat fondasi organisasi dan kepercayaan publik. Ketua Umum Angela Tanoesudibjo menekankan pentingnya ketahanan mental, sistem, dan kepedulian kader terhadap persoalan masyarakat. Ia meminta barisan partai segera dirapikan menjelang verifikasi 2027.
Partai Bulan Bintang (PBB) menjadikan momentum usia ke-28 sebagai penguatan konsolidasi. Pj Ketua Umum Yuri Kemal Fadlullah menegaskan konsolidasi menjadi fondasi kemenangan partai. Sementara Partai Buruh merapikan kepengurusan periode 2026–2031, melantik pengurus pleno dan sayap partai dengan ikrar integritas serta komitmen melawan politik uang.
Langkah konsolidasi ini menandai kebangkitan parpol nonparlemen yang bertekad merebut kepercayaan rakyat dan kursi parlemen pada Pemilu 2029.***





