Fajarasia.id – Indonesia menegaskan komitmen memperkuat kerja sama kebudayaan di antara negara anggota BRICS dalam XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Madhya Pradesh, India, Sabtu (8/8). Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan, bukan sekadar pelengkap.
Fadli menekankan kerja sama BRICS perlu berorientasi pada masyarakat, inklusif, serta berlandaskan kesetaraan kedaulatan dan saling menghormati. Ia menyebut kebudayaan mampu memperkuat ketangguhan, mendorong inovasi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Indonesia mengusulkan empat agenda utama:
- Pelindungan warisan budaya serta kerja sama pengembalian benda budaya.
- Penguatan industri kreatif dengan pelindungan hak kekayaan intelektual dan remunerasi adil bagi kreator.
- Pelindungan pengetahuan tradisional dengan keterlibatan masyarakat.
- Penempatan kebudayaan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan global pasca-2030.
Deklarasi XI BRICS Culture Ministers’ Meeting menegaskan komitmen bersama memperkuat industri budaya, melindungi hak cipta, mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial secara etis, serta meningkatkan kerja sama antar-museum, perpustakaan, dan arsip.
“Komitmen yang telah disepakati perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret, berkelanjutan, dan saling menguntungkan. Kerja sama BRICS harus menjadi jembatan yang menghubungkan kreator, masyarakat, institusi, dan generasi mendatang,” ujar Fadli lewat rilisnya yang di kutip Redaksi pada Senin (10/8/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian BRICS Culture Track 2026 yang membahas industri kreatif, hak cipta, kecerdasan artifisial, pelindungan warisan budaya, serta kebudayaan dan pembangunan berkelanjutan.****





