Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan sampah di kawasan wisata internasional tiga Gili, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam kunjungan reses ke Gili Meno pada Senin (10/8), rombongan Komisi VII menyoroti penanganan sampah yang dinilai belum maksimal. Menurut Rahayu, kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air atau Gili Tramena masuk wilayah konservasi sehingga penting kejelasan lead sector serta koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, KKP, dan Kehutanan.
“Mudah-mudahan ada solusi penanganan sampah selain berbasis Waste to Energy. Kami ingin ada program terpadu yang bisa dijalankan dengan dukungan masyarakat,” ujarnya dalam rilis, Rabu (12/8).
Komisi VII menilai program pengolahan sampah seperti bank sampah atau mesin pembakar ramah lingkungan harus disertai pendampingan agar manfaatnya dirasakan warga dan wisatawan. “Jangan sampai program sudah ada, tapi warga tidak tahu cara memanfaatkannya,” tegas Rahayu.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu M Iqbal menyatakan komitmennya membenahi masalah sampah di kawasan Gili Tramena. Ia menegaskan akan meningkatkan komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menciptakan destinasi wisata yang bersih, aman, dan nyaman.****





