Fajarasia.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) membenarkan tiga anak buah kapal (ABK) asal Indonesia menjadi korban serangan rudal dan drone kelompok Houthi di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman. Ketiga WNI tersebut berada di kapal MV Tihamah bersama delapan ABK asal Pakistan.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyebut satu ABK WNI mengalami luka ringan akibat serpihan, sementara satu lainnya luka lebih serius dan telah mendapat perawatan di rumah sakit. Adapun laporan mengenai seorang ABK WNI yang tewas masih dalam proses verifikasi.
“KBRI Muscat terus memantau perkembangan dan berkomunikasi dengan otoritas setempat untuk memastikan kondisi para ABK WNI,” ujar Heni. Ia menambahkan, langkah perlindungan termasuk bantuan medis dan kemungkinan fasilitasi kepulangan ke tanah air tengah dipertimbangkan.
Laporan media internasional sebelumnya menyebutkan seorang WNI menjadi satu dari tiga korban tewas dalam insiden tersebut, bersama dua ABK asal Pakistan. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kelompok Houthi terkait serangan yang menargetkan kapal dagang di jalur vital perdagangan energi dunia itu.
Selat Bab Al-Mandeb dikenal sebagai gerbang masuk Laut Merah di sisi barat Semenanjung Arab, menjadikannya kawasan strategis sekaligus rawan konflik.****





