Fajarasia.id – Putra mantan Presiden Amerika Serikat, Hunter Biden, blak-blakan soal keputusan ayahnya, Joe Biden, yang memberikan pengampunan penuh pada Desember 2024. Ia mengakui langkah tersebut bukan pilihan terbaik bagi AS maupun warisan politik sang ayah.
“Itu mudah dikritik dan memang ada alasannya,” ujar Hunter dalam wawancara dengan BBC, Minggu (9/8/2026). Ia menyebut dirinya menjadi orang paling istimewa setelah menerima pengampunan atas kasus pajak, kepemilikan senjata api, serta tindak pidana federal lain antara 2014–2024.
Hunter menilai keputusan ayahnya juga dipengaruhi kekhawatiran terhadap pemerintahan Donald Trump yang akan datang. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah membicarakan pengampunan itu sebelumnya dengan Joe Biden.
Selain kontroversi hukum, Hunter juga mengungkap kondisi kesehatan ayahnya yang kini berjuang melawan kanker metastasis. Ia menyebut Biden tetap menjadi pusat keluarga meski karier politiknya berakhir setelah penampilan buruk dalam debat presiden Juni 2024.
Hunter turut menyinggung masa kelam kecanduannya terhadap alkohol dan narkotika. Ia menggambarkan konsumsi vodka hampir satu galon per hari disertai penggunaan kokain crack setiap 15 menit sebagai “neraka di dunia.” Kini, ia memilih fokus pada isu pemulihan kecanduan ketimbang politik elektoral.
“Saya yakin kecanduan dan harapan akan pemulihan adalah hal yang menghubungkan kita semua,” tegasnya. Ia menambahkan, hal yang paling membuatnya bangga terhadap sang ayah bukanlah jabatan politik, melainkan ketangguhan pribadi. “Ia adalah pria terkuat yang saya kenal,” pungkas Hunter.****





