Bekasi Uji Coba Pertanian Modern Gantikan Pola Konvensional

Bekasi Uji Coba Pertanian Modern Gantikan Pola Konvensional

Fajarasia.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menerapkan sistem pertanian modern melalui program Pertanian Modern-Advance Agriculture System (PM-AAS). Skema tanam benih langsung atau Tabela ini diuji coba di lahan seluas 4.000 meter persegi milik Kelompok Tani Warudoyong I, Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu.

Kepala Dinas Pertanian Bekasi, Abdillah Majid, menjelaskan PM-AAS bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani padi. Petani diperkenalkan pada budidaya terukur mulai dari pengolahan lahan, pengecekan pH tanah, pemupukan sesuai dosis, hingga pengendalian gulma sebelum tanam.

Pada tahap awal, varietas padi Inpari 33 digunakan dengan target menghasilkan sedikitnya empat ton gabah. Penyuluh pertanian menemukan pH tanah 5,5 sehingga diaplikasikan kapur dolomit 500 kilogram untuk memperbaiki kondisi. Selain itu, dilakukan penyemprotan herbisida sehari sebelum tanam.

Koordinator penyuluh, Ubuh Buhori, menekankan sistem ini juga mengubah kebiasaan petani dalam pengelolaan air. Lahan tidak boleh digenangi selama lima hari pertama agar benih tidak membusuk. Pemupukan pertama dilakukan pada umur 10 hari sesuai rekomendasi teknis.

Dengan jarak tanam lebih rapat, kebutuhan pupuk memang lebih tinggi dibanding pola konvensional. Namun, produktivitas diproyeksikan bisa mencapai 10 ton per hektare, jauh di atas rata-rata lima ton per hektare.

Ketua Kelompok Tani Warudoyong I, Yusup Saepuloh, menyambut baik program ini sebagai langkah awal penting. “Melalui penerapan teknologi, semoga hasil panen meningkat signifikan,” ujarnya.

Pemkab Bekasi menargetkan setiap desa memiliki minimal dua hektare lahan demonstrasi agar semakin banyak petani terdorong meninggalkan pola konvensional dan beralih ke sistem pertanian modern.***

Pos terkait