Fajarasia.id – kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, memasuki hari keenam sejak Senin (3/8) dan belum berhasil dipadamkan. Api membentang di dua wilayah sekaligus, yakni Bromo Watu Gede (Kabupaten Probolinggo) dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jantur (Kabupaten Malang).
Data terbaru BNPB mencatat luas lahan terbakar mencapai 176,20 hektare. Operasi darat dengan truk pemadam dan metode manual belum cukup, sehingga jalur udara menjadi andalan utama. Dua helikopter diterjunkan, masing-masing dari Puspenerbal TNI AL dan BNPB, berkapasitas angkut air 1.000 liter. Lanud Abdulrachman Saleh disiapkan sebagai posko operasi udara.
“Kondisi ini menyebabkan operasi udara menjadi salah satu upaya penting untuk menjangkau area yang tidak dapat diakses secara optimal melalui jalur darat,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (10/8).
Sejak 3 Agustus malam, sebagian kawasan wisata Bromo ditutup sementara, termasuk pintu masuk dari arah Kabupaten Malang dan Lumajang. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa, namun pemantauan dan penanganan terpadu terus dilakukan untuk mencegah api meluas.***





