Media Asing Soroti Mundurnya Perry, Pasar Dinilai Hadapi Ketidakpastian

Media Asing Soroti Mundurnya Perry, Pasar Dinilai Hadapi Ketidakpastian

Fajarasia.id  – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak hanya menjadi perhatian di dalam negeri, tetapi juga mendapat sorotan luas dari media internasional. Sejumlah media asing menilai pergantian kepemimpinan di bank sentral Indonesia berpotensi memengaruhi persepsi pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Harian Financial Times melaporkan bahwa mundurnya Perry Warjiyo menambah ketidakpastian dalam pengambilan kebijakan ekonomi di Indonesia, yang merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Media tersebut juga mengutip pernyataan pemerintah bahwa Perry mengundurkan diri karena alasan pribadi, sementara Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia.

Financial Times mengulas rekam jejak Perry yang memimpin BI sejak 2018 dan tengah menjalani periode jabatan keduanya. Media itu juga menyoroti kondisi nilai tukar rupiah yang sempat berada di bawah tekanan sepanjang tahun ini, disertai langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga beberapa kali sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi.

Sorotan serupa datang dari Reuters, yang mengumpulkan pandangan sejumlah ekonom internasional mengenai dampak pergantian kepemimpinan di bank sentral. Lembaga pemberitaan tersebut menyebut pengunduran diri Perry sebagai perkembangan yang mengejutkan dan berpotensi memunculkan kehati-hatian di kalangan investor.

Ekonom Senior DBS Bank di Singapura, Radhika Rao, menilai Perry memiliki peran penting dalam mengarahkan kebijakan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan global, mulai dari pandemi COVID-19 hingga gejolak geopolitik. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Perry, Bank Indonesia mengembangkan bauran kebijakan yang mengombinasikan instrumen suku bunga, pengelolaan likuiditas, intervensi pasar valuta asing, serta koordinasi erat dengan pemerintah.

Rao berpandangan penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan moneter sehingga stabilitas pasar tetap terpelihara selama masa transisi kepemimpinan.

Sementara itu, analis ASEAN dari Aletheia Capital di Singapura, Angus Mackintosh, menilai pengunduran diri Perry kemungkinan akan dipandang negatif oleh sebagian pelaku pasar. Menurutnya, Perry selama ini dikenal sebagai figur yang mampu menjaga kredibilitas Bank Indonesia dengan rekam jejak yang dinilai solid dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi.

Meski demikian, Mackintosh menilai respons pasar ke depan akan sangat dipengaruhi oleh sosok yang nantinya ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia secara definitif. Ia juga menilai kehadiran Destry Damayanti sebagai pejabat sementara dapat membantu menjaga kesinambungan arah kebijakan bank sentral.

Di dalam negeri, pemerintah memastikan proses pergantian kepemimpinan berlangsung sesuai Undang-Undang Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dan akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberhentiannya secara hormat. Pemerintah juga menegaskan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas moneter, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.****

Pos terkait