Rugikan Negara Rp309 Juta, Mantan Kepala Desa Saenama Segera Jalani Sidang Perdana

Rugikan Negara Rp309 Juta, Mantan Kepala Desa Saenama Segera Jalani Sidang Perdana

Fajarasia.id – Mantan Kepala Desa (Kades) Saenama, Eryk Seran, segera menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Kupang.

Mantan Kepala Desa Saenama, Eryk Seran ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu, dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Saenama.

Dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa di desa Saenama, akibat perbuatan tersangka mantan Kepala Desa Saenama, negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp309 Juta.

“Akibat perbuatan tersangka mantan Kepala Desa (Kades) Saenama dalam pengelolaan dana desa (DD) Saenama, negara mengalami kerugian keuangan hingga Rp309 juta,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu, Shelter Wairata, Minggu 09 Juni 2024 malam.

Menurut Shelter Wairata, kerugian keuangan negara sebesar Rp309 juta akibat perbuatan mantan Kepala Desa Saenama, Eryk Seran berdasarkan perhitungan dari inspektorat Kabupaten Malaka.

“Kerugian keuangan negara sebesar Rp309 juta akibat perbuatan mantan Kepala Desa Saenama, Eryk Seran berdasarkan hasil perhitungan dari inspektorat Kabupaten Malaka,” jelas Kasi Pidsus Kejari Belu ini.

Menurut mantan Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kupang ini, tersangka disangka telah melanggar Primair Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan, Subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Ditambahkan Kasi Pidsus, kasus dugaan korupsi tersebut telah dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis 06 Juni 2024 dan segera menjalani sidang perdana.(rey)

Pos terkait