Fajarasia.id – Kebakaran hebat yang melanda Kampung Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam, menyisakan duka mendalam bagi ratusan keluarga. Api yang berkobar sejak pukul 20.55 WIB menghanguskan sekitar 250 rumah dan memaksa 330 kepala keluarga mengungsi ke Lapangan Jusuf Hamka.
Supriatin, Sekretaris RT 12 hingga RT 16 RW 04, menjadi saksi bagaimana rumah yang ditempati sejak 1969 lenyap dalam hitungan menit. “Saya sudah pasrah,” ujarnya mengenang detik-detik evakuasi istrinya yang sakit di tengah kepungan asap pekat.
Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, meninjau langsung lokasi kebakaran. Ia mengingatkan bahwa Pasar Jiung memiliki riwayat panjang kebakaran serupa. “Kalau tidak ditangani serius, suatu hari bisa menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Sebanyak 165 personel damkar dengan 35 unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api. Kini, pemerintah bersama Dinas Sosial, PMI, dan Baznas menyalurkan bantuan darurat serta menyiapkan pendataan menyeluruh. Opsi relokasi menuju hunian yang lebih aman juga mulai dibahas.
Namun bagi warga, tragedi ini bukan sekadar kehilangan rumah. Mereka kehilangan rasa aman. Di balik angka kerugian, tersisa kisah pedagang kecil, buruh, dan keluarga yang kini harus menata harapan dari puing-puing yang menghitam.***





