Kereta Api Sumut: Potensi Besar, Tantangan Infrastruktur

Kereta Api Sumut: Potensi Besar, Tantangan Infrastruktur

Fajarasia.id – Layanan kereta api penumpang Sumatera Utara terus berkembang di bawah pengelolaan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Medan. Dengan panjang jalur 881,45 km, sebanyak 456,45 km aktif melayani penumpang dan barang, sementara 425 km masih nonaktif.

Mobilitas harian mencapai 64 perjalanan, terdiri atas 6 KA komersial dan 58 KA penugasan. Rute populer antara lain KA Putri Deli lintas Medan–Tanjung Balai, KA Siantar Ekspres menuju Pematang Siantar, serta KA Srilelawangsa Bandara yang menghubungkan Medan dengan Bandara Kualanamu.

Sepanjang Januari–Mei 2026, jumlah penumpang mencapai 2,26 juta orang. Namun, rata-rata harian turun 11,84 persen dibanding tahun sebelumnya, terutama pada segmen perkotaan akibat kebijakan Work From Home.

Tantangan Utama

  • Pelintasan sebidang: 75% tidak dijaga, meningkatkan risiko kecelakaan dan keterlambatan.
  • Single track: Jalur tunggal menyulitkan pengaturan persilangan, memicu keterlambatan berantai.
  • Dampak WFH: Mobilitas komuter menurun drastis.
  • Keterbatasan jaringan: Belum menjangkau wilayah pertumbuhan baru.
  • Ancaman bencana: Operasional KA Cut Meutia terhenti akibat kerusakan prasarana.
  • Kompetisi moda lain: Bus dan travel pribadi lebih fleksibel.

Akademisi MTI, Djoko Setijowarno, menekankan perlunya transformasi prasarana adaptif. Prioritas mutlak mencakup penyelesaian jalur tunggal, sterilisasi pelintasan sebidang, serta peningkatan keandalan terhadap bencana. “Masa depan angkutan penumpang kereta api di Sumut bergantung pada reformasi infrastruktur yang berpihak pada keselamatan dan pelayanan publik,” ujarnya.****

Pos terkait