Pertamina Foundation: PFsains 2024 kembangkan inovasi teknologi-energi

Pertamina Foundation: PFsains 2024 kembangkan inovasi teknologi-energi

Fajarasia.id – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation membuka kompetisi inovasi teknologi dan energi PFsains 2024 di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan, Kalimantan Timur dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Energi untuk Sustainability Indonesia”.

Direktur Operasi Pertamina Foundation Yulius S. Bulo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (31/3/2024) menyampaikan bahwa 2024 merupakan tahun kelima penyelenggaraan PFsains dan terdapat perubahan dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2024 ini, inovasi yang dikembangkan diperluas tidak hanya terbatas berbasis energi baru terbarukan (EBT), namun menjadi dua inovasi, yakni inovasi teknologi dan inovasi energi.

“Tujuannya agar PFsains mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Hal yang baru juga di tahun ini selain pendanaannya semakin meningkat adalah kami fasilitasi para inovator PFsains secara maksimal lewat mentoring 1-on-1, di mana mereka memperoleh mentoring terkait product development, strategic partnership & funding, dan marketing & sales,” kata Bulo.

Rektor Institut Teknologi Kalimantan Agus Rubiyanto mengatakan PFsains mampu mempercepat visi misi ITK, terutama terkait pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Hadirnya PFsains mampu mempercepat peran perguruan tinggi dalam mencetak SDM yang menunjang kebutuhan industri. Saya berharap, potensi inovasi teknologi dan energi dari para mahasiswa maupun dosen ITK dapat dikolaborasikan dengan PFsains agar terciptanya industri-industri baru berdasarkan pemberdayaan potensi daerah di Kalimantan, khususnya untuk mengakselerasi pembangunan IKN dan sekitarnya,” kata dia melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pembukaan kompetisi itu ditandai dengan penyusunan lima balok bertuliskan sustainability, innovation, PFsains, Pertamina Foundation, dan ITK Specta. Balok-balok tersebut membawa makna bahwa kompetisi PFsains 2024 mendorong para peneliti, praktisi, dan akademisi untuk mengembangkan dan/atau menciptakan inovasi teknologi dan energi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Acara pembukaan PFsains 2024 juga dimeriahkan dengan sharing session mengenai sustainability dan generasi muda yang disampaikan langsung oleh Pjs. Senior Vice President (SVP) Sustainability PT Pertamina (Persero) S. Suripno.

Ia mengatakan sustainability atau keberlanjutan memiliki arti bahwa pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini dan jangan sampai mengorbankan generasi mendatang, baik secara aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.

Pertamina, kata Suripno, sebagai perusahaan energi sangat berkomitmen dalam menerapkan sustainability dengan memiliki 10 sustainability focus dan membentuk satu fungsi tersendiri, yaitu fungsi sustainability.

“Kalian sebagai generasi muda bisa menerapkan sustainability dari aktivitas sehari-hari atau salah satunya melalui PFsains. Sebab kompetisi ini memenuhi beberapa poin sustainability focus kami, di antaranya addressing climate change, reorienting innovation and research, dan expanding community engagement and impact,” ujarnya.

Selain sustainability, para peserta juga memperoleh pemahaman terkait inovasi teknologi dan energi melalui sharing session tentang program Wasteco dan Sampangan. Terkait pengembangan inovasi, para peserta juga diberikan pengenalan mengenai permodalan ventura yang disampaikan oleh Maven Asia Capital.

Head of Communication Relations & CID Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Zona 8 Frans Alexander A. Hukom mengatakan Wasteco mengintegrasikan kompetensi utama atau inti (core competency) perusahaan migas berupa keahlian dalam teknik penangkapan dan penyaluran gas ke dalam pemberdayaan masyarakat dengan mengolah sampah menjadi gas metan untuk mendukung kebutuhan gas masyarakat sekitar serta pengembangan usaha UMKM di Kelurahan Manggar, Balikpapan.

Sedangkan, Chief Scientist Sampangan Indonesia Ishenny M. Noor menuturkan salah satu teknologi yang dimiliki Sampangan ialah teknologi karbonisasi, The Magic Box.

“The Magic Box merupakan mesin pengolah sampah yang ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi karena menggunakan teknologi karbonisasi. Dapat mengubah semua jenis sampah menjadi produk yang bernilai lebih tinggi yang nantinya dapat diaplikasikan untuk ekonomi sirkular pada semua bidang, terutama bidang pertanian,” kata Ishenny.

Kompetisi PFsains sejalan dengan sustainable development goals (SDGs) #7, #8, #11, dan #13 serta target pemerintah untuk mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Pendaftaran kompetisi dibuka hingga 20 Mei 2024 melalui situs resmi Pertamina Foundation pertaminafoundation.org. Seluruh rangkaian kompetisi tidak dipungut biaya sepeserpun.***

Pos terkait