Kemlu RI, KJRI Cape Town adakan rakor pelayanan dan perlindungan WNI

Kemlu RI, KJRI Cape Town adakan rakor pelayanan dan perlindungan WNI

Fajarasia.id – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Konsulat Jenderal RI Cape Town menyelenggarakan rapat koordinasi pelayanan publik dan pelindungan warga negara Indonesia pada 27-29 Maret 2024 di Cape Town, Afrika Selatan.

Berdasarkan rilis pers yang diperoleh di Jakarta,Jumat (29/3/2024), rapat koordinasi tersebut dihadiri 10 perwakilan RI di kawasan Afrika, yaitu KBRI Abuja, Addis Ababa, Antananarivo, Dakar, Dares salam, Harare, Maputo, Nairobi, Pretoria dan KJRI Cape Town.

Dalam sambutannya, Konjen RI Cape Town Tudiono menyampaikan dukungan penuhnya terhadap kegiatan tersebut.

Rapat koordinasi itu juga diupayakan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan dan pelindungan bagi WNI, termasuk kepada ABK, di mana pada 2018 didirikan Rumah Singgah ABK atau Indonesian Seafarer Corner di Cape Town.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pihak-pihak yang terlibat menyepakati penyusunan rencana kontingensi terpadu kawasan Afrika, terutama terkait situasi krisis yang mengancam keselamatan WNI di luar negeri.

Mereka juga menyepakati pentingnya akselerasi atas transformasi digital pada pelayanan publik yang sedang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI guna mewujudkan pelayanan publik yang prima.

Selain itu, mereka juga menyepakati pelaksanaan bimbingan teknis pelayanan publik secara rutin, baik pertemuan langsung maupun daring untuk meningkatkan kapasitas penyelenggara pelayanan.

Sementara itu, dalam upaya pelindungan, jumlah kasus di kawasan Afrika selama 2022-2023 yang ditangani Perwakilan RI mencapai 208 kasus atau 2,44 persen dari total kasus WNI di luar negeri.

Sistem pelindungan WNI juga terus dibangun dan diperkuat, di antaranya membangun Sistem Pelindungan dan Pelayanan Terpadu bagi WNI di luar negeri, yaitu Portal Peduli WNI dan aplikasi Safe Travel.

Selain itu, KJRI juga memperkuat regulasi dan kebijakan inovatif, seperti membangun Seafarer Corner seperti di Cape Town dan penunjukan Tim Hukum Pelindungan WNI yang kuat di negara yang menjadi konsentrasi WNI.****

Pos terkait