Fenomena Naturalisasi Timnas Indonesia, Ini Respons Komisi X

Fenomena Naturalisasi Timnas Indonesia, Ini Respons Komisi X

Fajarasia.id – Anggota Komisi X DPR RI Yan Permenas Mandenas buka suara, terkait fenomena naturalisasi pemain timnas Indonesia. Pemilik klub PSPS Biak ini mengatakan, PSSI harus lebih mengedepankan pemain-pemain lokal yang telah menjalani pelatihan sejak muda.

“Semua klub merasa ada kewajiban dari PSSI untuk melakukan kaderisasi pemain-pemain muda. Mulai dari pelatihan pemain dari usia 14-16 tahun, bahkan ada dari usia 10 tahun,” kata Yan, Kamis (20/6/2024).

Jiri payah klub sepakbola di Indonesia akan sia-sia, kalau PSSI masif melakukan naturalisasi pemain. Politikus Gerindra ini membeberkan, jumlah klub sepakbola dari liga 1 sampai 3 sangatlah banyak.

“Sangat disayangkan jika 17 klub liga 1, 28 klub liga 2, belum lagi ratusan klub di Liga 3. Mereka sudah melakukan pembinaan atlet-atlet sepakbola, tapi proses pembinaan yang kita lakukan itu tidak menjamin puncaknya,” ucapnya.

Kemudian, Yan tidak menampik, banyak impian atlet sepakbola muda untuk bisa bergabung di timnas Indonesia. Maka, tak mungkin jika Indonesia tidak mampu menghadirkan 32 pemain sepakbola lokal berbakat.

“Puncaknya dari proses pembinaan selain masuk ke klub, banyak juga generasi muda yang mempunyai mimpi masuk ke timnas. Masa penduduk Indonesia kurang dari 300 juta jiwa kita nggak bisa mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk masuk ke timnas,” ujarnya.****

Pos terkait