Perdana, Prancis dan Inggris Simulasi Serangan Nuklir di Mediterania

Perdana, Prancis dan Inggris Simulasi Serangan Nuklir di Mediterania
Fajarasia.id  — Angkatan Udara Prancis dan Inggris menggelar simulasi serangan nuklir bersama di atas perairan Laut Mediterania. Latihan militer bersandi “Rummy” ini menjadi momentum bersejarah, menandai pertama kalinya kedua kekuatan nuklir terbesar di Eropa Barat tersebut memadukan kekuatan dalam skenario deterrence nuklir.
Dalam latihan tersebut, armada jet tempur Rafale milik Prancis terbang dari pangkalan di timur laut Prancis dengan pengawalan jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Inggris (RAF). Kementerian Pertahanan kedua negara mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan prosedur keamanan dan sama sekali tidak melibatkan hulu ledak nuklir sungguhan.
Maniver udara ini berlangsung di tengah tingginya ketegangan geopolitik antara NATO dan Rusia pasca-konflik di Ukraina. Sejak Inggris resmi keluar dari Uni Eropa (Brexit), Prancis menjadi satu-satunya negara anggota Uni Eropa yang memiliki kemampuan penangkal nuklir mandiri.
Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin menegaskan bahwa doktrin nuklir mandiri yang dianut negaranya tidak membatasi ruang bagi kolaborasi strategis dengan negara sekutu. Menurutnya, koordinasi ini memperkuat kontribusi keandalan nuklir dalam menjaga keamanan kawasan Eropa secara komprehensif.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menilai simulasi “Rummy” sebagai tonggak baru dalam hubungan pertahanan kedua negara. Latihan bersama ini dinilai mempertegas komitmen pertahanan kolektif NATO di tengah ketidakpastian keamanan global.
Peningkatan kerja sama pertahanan ini juga sejalan dengan komitmen Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sebelumnya membuka peluang perluasan jangkauan perlindungan nuklir Prancis bagi negara-negara sekutu di Eropa.****

Pos terkait