BMKG: Hujan Petir dan Gelombang Tinggi Mengintai Sejumlah Wilayah

BMKG: Hujan Petir dan Gelombang Tinggi Mengintai Sejumlah Wilayah
Warga melintasi jalan saat hujan di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (1/11/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir, dan angin kencang untuk berbagai wilayah di Indonesia hingga 6 November 2021.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Fajarasia.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan terjadi di banyak wilayah Indonesia pada Senin. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan petir, gelombang tinggi, hingga banjir rob di sejumlah kawasan.

Prakirawan BMKG, Nisa, mengatakan potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Yogyakarta, Mataram, Pontianak, Palangka Raya, Palu, Manado, Jayapura, dan Jayawijaya.

Sementara itu, kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Tanjung Pinang, Palembang, Kupang, Samarinda, Kendari, Gorontalo, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, dan Merauke.

Adapun Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, Makassar, dan Mamuju diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal.

BMKG juga memperingatkan potensi hujan petir di Padang dan Tanjung Selor. Hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di Pekanbaru dan Nabire, sedangkan kondisi asap atau asap kabur diprakirakan menyelimuti Bandar Lampung dan Banjarmasin.

Selain kondisi cuaca di darat, BMKG mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai keberadaan awan kumulonimbus yang berpotensi memengaruhi keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Potensi awan tersebut terpantau di sejumlah wilayah, antara lain Samudera Hindia barat Aceh, Selat Malaka bagian utara dan tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Laut Natuna Utara, serta Selat Karimata bagian utara.

Wilayah lainnya yang perlu diwaspadai meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Samudera Pasifik utara Papua.

Awan kumulonimbus dapat memicu cuaca buruk, seperti hujan lebat, angin kencang, dan turbulensi, sehingga perlu menjadi perhatian dalam operasional penerbangan.

BMKG turut mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar berhati-hati terhadap potensi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter.

Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat, mulai dari Kepulauan Mentawai hingga Lampung, serta Samudera Hindia selatan, dari Banten hingga Nusa Tenggara Timur.

Masyarakat pesisir juga diminta memperhatikan kondisi pasang air laut menyusul potensi banjir rob di sejumlah kawasan.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di wilayah masing-masing, terutama bagi warga yang beraktivitas di laut, kawasan pesisir, maupun pengguna transportasi udara.****

Pos terkait