Fajarasia.id — Gangguan penerbangan di Arab Saudi masih berlanjut meski Bandara Internasional King Khalid di Riyadh telah dibuka kembali. Sejumlah maskapai internasional masih menangguhkan layanan ke Riyadh dan kota-kota lain di Saudi menyusul situasi keamanan regional yang belum stabil.
Berdasarkan laporan The National News pada Minggu (18/10/2026), pembatalan dan penangguhan penerbangan dilakukan maskapai dari Timur Tengah, Eropa, Asia Selatan, hingga Asia Tenggara. Jadwal pemulihan layanan berbeda-beda, bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai dan hasil evaluasi keselamatan.
Sebelumnya, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh ditutup setelah serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman. Meski bandara kembali dibuka, operasional penerbangan belum sepenuhnya pulih.
Etihad Airways membatalkan penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh hingga Senin (19/10/2026). Sementara itu, layanan ke Dammam dan Jeddah dijadwalkan kembali lebih awal.
Emirates juga terdampak gangguan penerbangan dari Dubai menuju Riyadh, Jeddah, dan Dammam. Sejumlah penerbangan Dubai-Riyadh dijadwalkan beroperasi kembali pada Selasa (20/10/2026), tetapi layanan ke Riyadh, Dammam, dan Abha masih dibatalkan hingga Senin.
Air Arabia menangguhkan penerbangan dari Sharjah ke Riyadh, Abha, Dammam, dan Taif. Maskapai tersebut belum mengumumkan tanggal dimulainya kembali layanan. Qatar Airways juga menangguhkan penerbangan ke dan dari Riyadh serta Dammam tanpa kepastian jadwal pemulihan.
Adapun Gulf Air dilaporkan telah kembali mengoperasikan penerbangan pada Minggu setelah sebelumnya membatalkan layanan ke Riyadh.
Untuk maskapai Oman, Oman Air menangguhkan penerbangan Riyadh hingga 22 Oktober 2026. SalamAir memperpanjang pembatalan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 31 Oktober karena perkembangan keamanan regional.
Gangguan penerbangan juga meluas ke maskapai Eropa. Air France memperpanjang penangguhan layanan Riyadh hingga 24 Oktober 2026. British Airways berencana memulai kembali layanan terbatas ke Riyadh pada 3 November, dengan frekuensi satu penerbangan setiap hari.
Lufthansa menangguhkan penerbangan ke Riyadh hingga 18 November dan ke Dammam hingga 30 November 2026. Sementara itu, Eurowings, yang merupakan bagian dari grup Lufthansa, dijadwalkan melanjutkan penerbangan ke Jeddah pada 12 November.
KLM memperpanjang pembatalan seluruh penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 31 Oktober. Delta Airlines juga menunda peluncuran rute Atlanta-Riyadh hingga Maret 2027, dari rencana sebelumnya pada 23 Oktober 2026.
Dari Asia Selatan, Air India dan Air India Express menangguhkan penerbangan ke dan dari Riyadh, Jeddah, serta Dammam hingga 24 Oktober. Akasa Air menghentikan layanan ke Riyadh hingga 24 Oktober dan ke Jeddah hingga 21 Oktober.
Pakistan International Airlines belum mengumumkan jadwal pemulihan penerbangan ke Riyadh yang ditangguhkan sejak 9 Oktober. Namun, otoritas bandara Pakistan menyatakan layanan penerbangan ke destinasi Arab Saudi lainnya tetap berjalan seperti biasa.
Di Asia Timur, Cathay Pacific memperpanjang penangguhan penerbangan ke Riyadh hingga 31 Januari 2027. Philippine Airlines menangguhkan penerbangan Riyadh dengan nomor PR654 dan PR655 hingga 29 November.
Sementara itu, Scoot membatalkan penerbangan antara Singapura dan Jeddah hingga 2 Desember 2026. Malaysia Airlines dijadwalkan melanjutkan penerbangan ke dan dari Jeddah serta Madinah pada Minggu setelah melakukan peninjauan keselamatan.
Perbedaan jadwal pembatalan menunjukkan bahwa pemulihan penerbangan ke Arab Saudi berlangsung secara bertahap. Sejumlah maskapai telah menetapkan tanggal untuk membuka kembali layanan, sedangkan lainnya masih menunggu perkembangan situasi keamanan.
Calon penumpang, khususnya yang bepergian melalui Riyadh, Jeddah, dan Dammam, perlu memeriksa informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat ke bandara. Penumpang juga disarankan memastikan status tiket, jadwal keberangkatan, serta pilihan pengaturan ulang perjalanan jika penerbangan terdampak.
Situasi ini menegaskan bahwa dibukanya kembali bandara belum tentu berarti seluruh penerbangan telah beroperasi normal. Keputusan maskapai tetap bergantung pada evaluasi keselamatan dan perkembangan kondisi di kawasan tersebut.****





