Fajarasia.id – Pemerintah Singapura akan menaikkan gaji para pejabat politiknya hingga 9 persen mulai 15 Oktober 2026. Kebijakan tersebut menjadi sorotan karena diterapkan ketika sebagian sektor ekonomi domestik masih menghadapi tekanan.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan kenaikan tersebut merupakan penyesuaian satu kali dan tidak otomatis diberikan dengan besaran yang sama kepada seluruh pejabat.
“Kami tidak akan langsung beralih ke tolok ukur gaji yang baru. Sebaliknya, kami akan melakukan penyesuaian satu kali saat ini sebesar hingga 9 persen bagi para pejabat politik,” kata Wong, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, besaran penyesuaian akan mempertimbangkan kondisi masing-masing pejabat, termasuk kinerja dan waktu terakhir kali gaji mereka mengalami perubahan.
Gaji PM tembus Rp 50 miliar
Berdasarkan data yang dikutip dari Channel News Asia (CNA), gaji tahunan Perdana Menteri Singapura yang saat ini sekitar 2,2 juta dollar Singapura diusulkan meningkat menjadi 3,6 juta dollar Singapura.
Jika dikonversikan dengan nilai tukar dalam laporan tersebut, jumlah itu setara sekitar Rp 50 miliar per tahun.
Gaji Wakil Perdana Menteri juga akan meningkat dari sekitar 1,87 juta dollar Singapura menjadi 3,06 juta dollar Singapura per tahun.
Sementara itu, gaji menteri dibedakan berdasarkan tingkatan.
Menteri pada tingkat MR1 yang sebelumnya menerima sekitar 1,76 juta dollar Singapura per tahun diusulkan memperoleh 2,88 juta dollar Singapura. Untuk tingkat MR2, gaji naik dari 1,54 juta menjadi 2,52 juta dollar Singapura.
Adapun menteri tingkat MR3 akan memperoleh 2,34 juta dollar Singapura, naik dari sebelumnya 1,32 juta dollar Singapura. Sementara gaji menteri tingkat MR4 naik dari 1,1 juta menjadi 1,8 juta dollar Singapura per tahun.
Wong mengatakan dirinya memiliki kewenangan menentukan penempatan menteri dalam rentang gaji tersebut, termasuk bonus berdasarkan kinerja.
“Mereka mungkin mulai dari kisaran gaji yang lebih rendah. Mereka yang berkinerja baik mungkin akan naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam kisaran gaji tersebut,” ujarnya.
Kenaikan juga berlaku bagi pejabat parlemen. Gaji Sekretaris Parlemen Senior diusulkan naik dari 572.000 menjadi 810.000 dollar Singapura per tahun.
Sekretaris parlemen naik dari 418.000 menjadi 630.000 dollar Singapura, sedangkan anggota parlemen dari 192.500 menjadi 250.000 dollar Singapura per tahun.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena Singapura selama ini dikenal sebagai negara dengan bayaran pemimpin politik tertinggi di dunia.
Di sisi lain, pendapatan rata-rata warga Singapura pada 2025 berada di sekitar 5.775 dollar Singapura per bulan.
Tekanan biaya hidup juga belum sepenuhnya mereda. Inflasi Singapura tercatat meningkat hingga 2 persen pada Juli dan bank sentral memperkirakan tekanan tersebut masih bertahan hingga paruh kedua 2027.
Kondisi ekonomi Singapura sendiri sebenarnya menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,7 persen secara tahunan pada kuartal II-2026.
Perekonomian Singapura bahkan diperkirakan tumbuh sekitar 4,5 persen hingga 5,5 persen sepanjang tahun ini.
Namun, pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara merata.
Ekspor nonmigas, terutama produk elektronik, serta sektor yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi menjadi pendorong utama. Sebaliknya, sejumlah sektor yang berhubungan langsung dengan konsumen masih menghadapi tekanan.
Kondisi tersebut memunculkan istilah K-shaped growth, yakni situasi ketika sebagian sektor ekonomi melaju pesat sementara sektor lainnya justru tertinggal atau mengalami kontraksi.
Ekonom Maybank Securities Singapore Brian Lee mengatakan angka pertumbuhan utama memang menunjukkan kondisi ekonomi yang kuat. Namun, jika dilihat lebih dalam, performanya tidak merata.
Sektor ritel serta makanan dan minuman (F&B), misalnya, masih menghadapi tingginya biaya sewa dan tenaga kerja. Konsumen juga cenderung berhati-hati dalam membelanjakan uang di dalam negeri.
Perbedaan kinerja antarsektor terlihat jelas dalam data perdagangan.
Pada Juli 2026, ekspor domestik nonmigas untuk produk elektronik melonjak 112 persen secara tahunan. Sebaliknya, ekspor non-elektronik justru turun 2,3 persen.
Kepala Riset Asia di ANZ Khoon Goh menilai pertumbuhan ekonomi Singapura saat ini sangat dipengaruhi sektor manufaktur dan logistik yang berkaitan dengan perdagangan global.
Hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi pada paruh pertama 2026, menurut Goh, berasal dari manufaktur dan logistik.
Di sisi lain, sektor makanan dan minuman mengalami kontraksi 0,7 persen. Perdagangan ritel dan sejumlah jasa yang tidak berkaitan dengan sektor profesional juga tumbuh lebih lambat.
Masalahnya, sektor yang tumbuh cepat cenderung tidak menyerap tenaga kerja sebanyak sektor yang sedang melemah.
Tekanan tersebut juga tercermin dari kondisi industri makanan dan minuman.
Data Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) menunjukkan sebanyak 2.101 bisnis kuliner tutup sepanjang Januari-Juli 2026.
Jumlah tersebut meningkat 25,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Gelombang penutupan usaha tersebut menunjukkan tantangan yang dihadapi pelaku bisnis kuliner, khususnya usaha independen yang memiliki margin keuntungan tipis.
Dengan kondisi itu, kenaikan gaji pejabat Singapura hadir di tengah dua wajah ekonomi yang berbeda. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi ditopang ekspor teknologi dan manufaktur yang kuat. Di sisi lain, bisnis yang berhadapan langsung dengan konsumen masih bergulat dengan biaya operasional dan daya beli.
Pemerintah Singapura sebelumnya telah beberapa kali membahas penyesuaian gaji pejabat. Pada 2012, gaji menteri dipangkas sekitar 36 persen setelah muncul ketidakpuasan publik.
Rekomendasi kenaikan kemudian kembali muncul pada 2017, tetapi tidak langsung diterapkan. Usulan serupa juga muncul pada 2023 dan ditunda di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kini, pemerintah kembali menjalankan penyesuaian tersebut. Kebijakan itu sekaligus menempatkan isu remunerasi pejabat dalam sorotan publik, terutama ketika pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh lapisan usaha dan masyarakat.****





