Fajarasia.id – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan program perbaikan rumah tidak layak huni yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan secara akurat dan tepat sasaran.
Di lokasi, rombongan menteri mengecek kondisi fisik rumah penerima bantuan serta berdialog dengan warga setempat. Salah satu penerima manfaat, Eti Nurhayati, menempati rumah dengan kondisi dinding dan rangka atap yang rapuh serta kerap bocor saat hujan. Dari verifikasi Kementerian PKP, hunian tersebut dinyatakan memenuhi kriteria untuk menerima bantuan pembenahan.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa validasi kondisi fisik dan profil calon penerima menjadi prosedur krusial agar alokasi bantuan perumahan swadaya tidak salah sasaran.
“Saya tidak mau program ini tidak tepat sasaran. Jangan sampai rumah yang masih bagus atau milik kelompok mampu yang justru diperbaiki. Karena itu, profil dan kondisi fisik rumahnya harus kita cek langsung,” kata Maruarar, Sabtu (3/10/2026).
Usai memeriksa kelayakan rumah warga, Mendagri dan Menteri PKP turut menyaksikan proses Pemilihan Toko Terbuka (PTT) sebagai bagian dari mekanisme pengadaan material bangunan BSPS. Kehadiran pemerintah secara langsung di lapangan diharapkan dapat menjaga transparansi, kualitas bahan bangunan, serta percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat.***





