Reshuffle Ketujuh Prabowo: Sinyal Persatuan di Masa Sulit

Reshuffle Ketujuh Prabowo: Sinyal Persatuan di Masa Sulit

Fajarasia.id  – Langkah perombakan susunan kabinet kembali diambil Presiden Prabowo Subianto melalui reshuffle ketujuh yang melibatkan pelantikan 18 pejabat baru. Keputusan politik ini dinilai sebagai respons atas dinamika tingkat kepuasan publik sekaligus momentum memperkuat konsolidasi nasional di tengah tantangan ekonomi.

Anggota DPR RI Mardani Ali Sera menilai hasil evaluasi lembaga survei terkait tingkat kepuasan masyarakat perlu disikapi secara serius oleh pemerintah. Menurutnya, perombakan jajaran pembantu Presiden harus berdampak nyata pada keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat luas.

“Penurunan kepuasan publik yang dirilis beberapa lembaga survei tentu tidak bisa dianggap angin lalu. Harus ada perubahan dan dibutuhkan para pembantu Presiden yang berani menyuarakan aspirasi rakyat,” ujar Mardani, Sabtu (3/10/2026).

Ia menambahkan bahwa fokus pembenahan kabinet perlu diarahkan pada penanganan sektor ekonomi, terutama penciptaan lapangan kerja dan penyokong daya beli masyarakat. Di luar aspek teknis ekonomi, Mardani mengapresiasi pendekatan inklusif Presiden yang merangkul berbagai pihak.

“Ada pesan persatuan yang kuat dari Presiden dengan mengajak semua elemen bekerja sama. Kita sangat membutuhkan persatuan di masa sulit seperti saat ini,” tuturnya.

Pada reshuffle kali ini, Presiden merombak posisi strategis di tingkat kementerian hingga pimpinan lembaga. Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain Dudung Abdurahman sebagai Menko Politik dan Keamanan, Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri, Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, serta Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

Perubahan susunan ini menjadi perombakan ketujuh sejak Oktober 2024 dan diharapkan dapat segera memberikan dorongan positif bagi percepatan program strategis pemerintah.****

Pos terkait