Pertamina Waspadai 17 Terminal BBM Terdampak Pendangkalan

Pertamina Waspadai 17 Terminal BBM Terdampak Pendangkalan

Fajarasia.id  – PT Pertamina Patra Niaga mewaspadai ancaman pendangkalan alur sungai yang dapat menghambat operasional 17 terminal bahan bakar minyak (BBM) miliknya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah terminal berada di sepanjang alur sungai yang rawan mengalami pendangkalan. Jika akses menuju terminal terganggu, distribusi BBM dan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) ke sejumlah wilayah juga berpotensi terdampak.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan persoalan tersebut perlu ditangani secara bersama-sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

“Yang pertama, terdapat 17 terminal BBM Pertamina Patra Niaga yang berada di dalam alur sungai yang rawan pendangkalan,” ujar Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Rabu (9/9/2026).

Menurut Mars Ega, pendangkalan dapat mengurangi akses menuju terminal sehingga berisiko menghambat aktivitas distribusi energi.

Pertamina Patra Niaga, kata dia, tidak dapat menangani persoalan tersebut secara mandiri. Diperlukan koordinasi lintas pihak untuk menjaga agar kondisi alur sungai tetap mendukung operasional terminal.

“Kami di Pertamina Patra Niaga tidak bisa sendirian untuk menjaga agar alur-alur sungai di terminal-terminal BBM ini dapat kita kendalikan, atau setidak-tidaknya jangan sampai mengganggu pasokan BBM termasuk pasokan FAME di wilayah-wilayah tersebut,” kata dia.

Daftar 17 terminal

Berdasarkan bahan paparan Pertamina Patra Niaga dalam RDP, terdapat 17 terminal BBM yang berada di alur sungai yang dinilai rawan mengalami pendangkalan.

Terminal tersebut tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, yakni:

  1. LPGT Pangkalan Susu
  2. FT Sei Siak
  3. FT Tembilahan
  4. FT Jambi
  5. FT Pulau Baai
  6. IT Palembang
  7. IT Pangkal Balam
  8. IT Pontianak
  9. FT Sintang
  10. FT Sanggau
  11. FT (S) Ketapang
  12. FT (S) Tanjung Pandan
  13. IT Sampit
  14. FT Pulang Pisau
  15. IT Banjarmasin
  16. FT (S) Berau
  17. IT Samarinda

Pertamina Patra Niaga berharap kondisi alur sungai di sekitar terminal-terminal tersebut dapat menjadi perhatian bersama. Langkah antisipasi dinilai penting untuk mencegah gangguan pada jalur distribusi energi.

Selain BBM, kelancaran akses menuju terminal juga berkaitan dengan distribusi FAME yang digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Dengan demikian, pengelolaan alur sungai menjadi salah satu faktor pendukung keberlangsungan pasokan energi di wilayah yang bergantung pada terminal-terminal tersebut.****

Pos terkait