Fajarasia.id – Pemerintah memastikan efisiensi belanja negara tetap dijalankan meski rencana anggaran belanja dalam RAPBN 2027 naik 3,9% dibanding outlook 2026, dengan total mencapai Rp4.097,2 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, belanja negara akan difokuskan pada empat pos utama: perlindungan sosial, operasional pemerintahan, belanja pegawai, serta transfer ke daerah.
“Di sinilah kami terus bekerja pada efisiensi dan juga menjaga prioritas,” ujarnya dalam kegiatan UBS Indonesia Macro Tour, Selasa (1/9).
Pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 sebesar 2,4% terhadap PDB sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal dan meningkatkan kualitas anggaran. Selain itu, RAPBN 2027 menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% dengan dorongan konsumsi masyarakat, investasi, serta ekspor.
Untuk mendukung penerimaan negara, pemerintah mengandalkan penguatan administrasi perpajakan melalui implementasi Coretax yang mulai berlaku penuh sejak 2026. Sistem ini diharapkan meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperluas basis pajak melalui hilirisasi mineral dan industri pertambangan.
Dalam RAPBN 2027, target pendapatan negara ditetapkan Rp3.426 triliun, naik 6,8% dari APBN 2026. Penerimaan perpajakan diproyeksikan Rp2.908 triliun, PNBP Rp517,4 triliun, dan hibah Rp0,7 triliun.
“Ini adalah angka yang kami rancang agar dapat meningkatkan kualitas anggaran,” tegas Suahasil.****





