Fajarasia.id — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menyatakan dukungan terhadap evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pengelolaan yang lebih berintegritas. Pernyataan ini disampaikan menyusul kasus keracunan makanan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menyebabkan ratusan santri harus dirawat.
“Integritas lah, kalau semuanya bertanggung jawab terhadap kegiatan dan pekerjaannya, mudah-mudahan tidak terjadi lagi kasus seperti ini,” ujar Gus Kikin, Sabtu (5/9). Ia menekankan pentingnya tanggung jawab penuh terhadap aturan dan tata kelola agar program MBG berjalan sesuai tujuan.
Menurutnya, meski kasus keracunan terjadi, praktik baik yang sudah diterapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap harus dipertahankan dan diperluas ke pesantren lain. “Itu kan satu dari sekian banyak kejadian, pesantren harus tetap jalan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii meminta investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab keracunan. Ia menilai dapur penyedia makanan yang selama hampir setahun tidak bermasalah perlu diteliti lebih lanjut. “Tentu kita perlu investigasi apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya saat menjenguk santri di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Dalam kunjungan tersebut, delapan santri masih dirawat, dengan lima di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Tiga lainnya masih menjalani perawatan akibat keluhan mual dan sakit perut, meski kondisinya tidak tergolong berat.*****





