Fajarasia.id – Pondok Pesantren Darunnajah dan Universitas Darunnajah (UDN) menegaskan komitmennya menjaga tradisi pendidikan pesantren ala Gontor di tengah lingkungan perkotaan. Melalui penerapan Panca Jiwa Pondok, kedua lembaga tersebut berupaya menghadirkan pendidikan berbasis nilai yang tetap relevan di era modern.
Rektor Universitas Darunnajah, Much Hasan Darojat, mengatakan Panca Jiwa Pondok bukan sekadar simbol atau warisan sejarah, melainkan fondasi utama yang diterapkan dalam seluruh proses pendidikan di pesantren maupun perguruan tinggi.
Menurutnya, lima nilai yang menjadi ruh pendidikan tersebut meliputi keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Nilai-nilai itu menjadi karakter khas yang membedakan lulusan berbasis pesantren dengan lulusan pendidikan tinggi pada umumnya.
“Panca Jiwa bukan sekadar warisan simbolis, melainkan fondasi yang benar-benar hidup dalam sistem pendidikan ponpes dan UDN,” ujar Hasan Darojat di Jakarta, Sabtu.
Ia menjelaskan, nilai keikhlasan ditanamkan sebagai landasan pengabdian tanpa pamrih. Sementara kesederhanaan menjadi benteng bagi santri dan mahasiswa dari gaya hidup berlebihan yang kerap muncul di lingkungan perkotaan.
Di sisi lain, kemandirian terus dibangun agar peserta didik mampu menghadapi tantangan kehidupan yang kompetitif. Adapun ukhuwah Islamiyah ditanamkan untuk memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman latar belakang sosial maupun budaya.
Nilai terakhir, yakni kebebasan, diwujudkan melalui ruang berpikir yang terbuka sehingga lulusan diharapkan mampu menentukan arah hidup dan kontribusinya bagi masyarakat secara bertanggung jawab.
Hasan Darojat mengakui menjaga nilai-nilai pesantren di tengah dinamika kota metropolitan bukan perkara mudah. Namun, tantangan tersebut justru menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Justru di tengah metropolitan seperti Jakarta, nilai-nilai ini semakin teruji. Kami ingin membuktikan bahwa jiwa pesantren tetap bisa relevan menjawab tantangan zaman,” katanya.
Keberadaan Darunnajah dan UDN di Jakarta, lanjutnya, menjadi contoh bahwa nilai-nilai pendidikan yang berakar dari Pondok Modern Darussalam Gontor tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang di berbagai daerah.
Dengan mempertahankan Panca Jiwa sebagai landasan pendidikan, Darunnajah dan UDN menegaskan perannya sebagai bagian penting dari jaringan pendidikan pesantren nasional. Di tengah pesatnya perkembangan kota, keduanya berupaya menunjukkan bahwa warisan nilai yang telah hidup selama satu abad tetap mampu melahirkan generasi yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.****





