Fajarasia.id – Setelah menjalani perawatan intensif selama hampir dua pekan, Demerina Uwamang, korban penculikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya dipulangkan kepada keluarganya.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengatakan proses pemulangan dilakukan setelah kondisi kesehatan korban dinyatakan stabil oleh tim medis.
“Setelah berhasil dievakuasi ke Timika, korban mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Hari ini, setelah kondisinya stabil, Demerina dapat kembali kepada keluarganya,” kata Faizal dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).
Demerina sebelumnya menjalani perawatan selama 12 hari di RS Bhayangkara Mimika setelah dievakuasi dari wilayah Bela 1, Distrik Alama, pada 14 September 2026. Kepulangannya menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga setelah melalui masa penuh ketidakpastian.
Korban merupakan satu dari sembilan warga yang dilaporkan diculik di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026. Keberadaannya diketahui setelah ditemukan warga di wilayah Bela pada 7 September 2026.
Saat ditemukan, Demerina bersama Yosina Tsenawatme yang kemudian diketahui telah meninggal dunia.
Faizal mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada pemulihan fisik korban, tetapi juga kondisi psikologisnya. Satgas Operasi Damai Cartenz akan melibatkan tim trauma healing guna membantu proses pemulihan setelah korban kembali ke lingkungan keluarga.
Penyerahan korban kepada keluarga dilakukan oleh Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak. Dalam kesempatan tersebut, kepolisian juga menyerahkan bantuan kebutuhan makanan untuk mendukung proses pemulihan Demerina.
Di sisi lain, aparat keamanan masih terus berupaya menemukan tujuh korban lainnya yang hingga kini belum berhasil dievakuasi. Pencarian dilakukan melalui koordinasi dengan keluarga, tokoh masyarakat, dan warga di sejumlah wilayah, termasuk Jila, Bela, Alama, dan Keselama.
Faizal menyebut keterangan Demerina nantinya diharapkan dapat membantu mengungkap kronologi peristiwa penculikan. Namun, pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kesiapan korban.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menegaskan bahwa seluruh penanganan korban dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, serta koordinasi yang intensif bersama keluarga.
Pihak keluarga pun menyampaikan apresiasi kepada aparat dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian hingga pemulangan korban. Paman Demerina, Ely Dolame, menyebut kepulangan anggota keluarganya sebagai kebahagiaan besar di tengah duka yang masih dirasakan.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dan semua pihak yang telah membantu. Bagi kami, kembalinya Demerina merupakan anugerah dan kebahagiaan besar bagi keluarga,” ujarnya.
Meski satu korban telah berhasil kembali, harapan keluarga terhadap tujuh korban lainnya masih terus menyala. Upaya pencarian pun terus dilakukan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan dipertemukan kembali dengan keluarganya.****





