Orang Utan Sempurna Mati, DPR Minta Operasi Darurat Satwa

Orang Utan Sempurna Mati, DPR Minta Operasi Darurat Satwa

Fajarasia,id  — Seekor orang utan Kalimantan bernama Sempurna mati akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan, menyebut peristiwa ini sebagai peringatan keras atas dampak karhutla yang tak hanya merusak lahan, tetapi juga mengancam satwa dilindungi.

“Kematian Sempurna merupakan alarm bahaya. Satwa kehilangan habitat, sumber makanan, ruang hidup, bahkan nyawanya akibat asap dan kebakaran,” ujar Johan, Sabtu (5/9). Ia mengapresiasi upaya BKSDA Kalbar bersama yayasan terkait yang sempat mengevakuasi dan memberi pertolongan, namun menekankan perlunya operasi darurat penyelamatan satwa.

Johan mendesak pemerintah memetakan habitat terdampak, mengerahkan tim medis dan penyelamat satwa, serta menyiapkan lokasi evakuasi dan rehabilitasi. Ia juga meminta pemadaman diprioritaskan di kawasan dekat habitat satwa dilindungi, serta investigasi menyeluruh terhadap sumber kebakaran.

“Satwa yang keluar dari lokasi kebakaran belum tentu selamat. Mereka bisa mengalami gangguan pernapasan, luka bakar, kekurangan pakan, bahkan masuk ke kebun dan permukiman. Pemerintah harus mencegah konflik baru antara manusia dan satwa,” tegasnya.

Selain itu, Johan menekankan pentingnya penegakan hukum hingga ke aspek kelalaian dalam menjaga kawasan dan menyediakan sarana pemadaman. Ia juga mendorong pendataan terbuka jumlah satwa yang mati, sakit, atau kehilangan habitat akibat karhutla.

“Kematian Sempurna bukan sekadar satu ekor orang utan. Ini gambaran betapa mahalnya harga ekologis yang harus dibayar ketika pencegahan karhutla terlambat,” pungkas Johan.****

Pos terkait