Fajarasia.id — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, dinilai bukan hanya hajat umat Islam, melainkan juga pesta rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Hal itu disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam acara Malam Ta’aruf di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (11/9) malam.
Menurut Nasaruddin, kemeriahan MTQ mencerminkan nilai Al-Qur’an yang menghadirkan kegembiraan dan persaudaraan lintas agama. “MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia,” ujarnya, Sabtu (12/9).
Kebersamaan lintas iman terlihat jelas, mulai dari masyarakat Kristen yang pernah terlibat dalam paduan suara Mars MTQ di Sulawesi Utara hingga kehadiran masyarakat nonmuslim dalam Malam Ta’aruf di Semarang. Antusiasme juga tampak dari ribuan tamu yang datang, hotel penuh, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi lokal.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan menjadikan Jateng tuan rumah MTQ Nasional setelah 47 tahun. Ia berharap gelaran ini tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi daerah.
MTQ Nasional XXXI diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi, bertanding dalam delapan cabang dan 24 golongan, dengan penilaian 155 dewan hakim. Tahun ini juga untuk pertama kalinya digelar eksibisi tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.***





