Fajarasia.id — Sejumlah makam kuno kembali terlihat di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, setelah permukaan air menyusut akibat musim kemarau. Puluhan makam yang diduga terbuat dari batu kapur tampak di dasar waduk, meski sebagian masih terendam air.
“Udah beberapa hari ini kelihatan, karena airnya surut. Tapi belum semua, masih banyak yang di dalam air,” ujar Karni, warga Kelurahan Wuryantoro, Sabtu (12/9). Makam-makam tersebut memiliki bentuk nisan serupa dengan ukuran bervariasi, mulai dari setengah meter hingga dua meter. Beberapa nisan masih menampilkan ukiran tulisan meski sebagian besar sudah sulit dibaca.
Fenomena ini menarik perhatian warga dan segelintir wisatawan yang datang untuk melihat langsung jejak sejarah di tengah waduk. Namun, akses menuju lokasi cukup sulit karena pengunjung harus berjalan melintasi dasar waduk yang mengering dengan kondisi tanah masih basah.
Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, menyebut kemunculan makam kuno merupakan fenomena tahunan saat kemarau. “Biasanya Agustus sudah mulai kelihatan. Tahun ini surutnya agak lambat, sehingga belum semuanya muncul,” jelasnya.
Sebagai catatan, Waduk Gajah Mungkur dibangun dengan menenggelamkan 51 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Lokasi makam kuno yang kini muncul kembali dulunya merupakan pemakaman umum sebelum wilayah tersebut terendam.
Fenomena ini menambah daya tarik sejarah dan budaya di Wonogiri, sekaligus mengingatkan publik akan jejak desa yang hilang serta tradisi pemakaman kuno yang kini kembali terlihat.****





